Breaking News

Home / Nasional

Senin, 24 Maret 2025 - 14:27 WIB

Menhub Dudy Pastikan Arus Mudik di Pelabuhan Merak Terkendali Tanpa Penumpukan Kendaraan

Menhub Dudy memastikan arus mudik di Pelabuhan Merak terkendali tanpa penumpukan kendaraan, berkat kebijakan WFA dan sistem pengelolaan yang efektif. foto: Dephub

Menhub Dudy memastikan arus mudik di Pelabuhan Merak terkendali tanpa penumpukan kendaraan, berkat kebijakan WFA dan sistem pengelolaan yang efektif. foto: Dephub

Kilasinformasi.com, 24 Maret 2025 – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan kepastian bahwa arus mudik di Pelabuhan Merak pada Minggu (23/3) malam berjalan lancar tanpa penumpukan kendaraan maupun penumpang. Dalam kunjungannya ke pelabuhan tersebut bersama Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, Menhub Dudy menegaskan bahwa sistem pengelolaan arus mudik yang diterapkan efektif dalam mengurangi kepadatan di kawasan pelabuhan yang biasanya menjadi titik krusial saat musim mudik Lebaran.

“Kami di sini untuk memastikan kesiapan ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) dalam menghadapi lonjakan pemudik. Saya pastikan hingga malam ini, tidak ada penumpukan di Pelabuhan Merak. Dengan kebijakan Work from Anywhere (WFA), arus mudik terdistribusi lebih merata, sehingga kepadatan dapat lebih mudah diantisipasi,” ungkap Menhub Dudy saat meninjau langsung situasi di Pelabuhan Merak pada Senin dini hari (24/3).

Baca Juga, Kilasinformasi: Pergerakan Penumpang Angkutan Umum Mulai Meningkat H-9 Lebaran 2025

Sistem Mudik yang Lebih Tertata dengan Kebijakan WFA

Salah satu kebijakan utama yang dianggap berhasil dalam mengurai potensi kemacetan adalah penerapan kebijakan Work from Anywhere (WFA), yang mempengaruhi pola perjalanan para pemudik. Dengan WFA, banyak pekerja yang memanfaatkan waktu mudik lebih fleksibel, mengurangi kepadatan pada tanggal-tanggal tertentu yang biasanya menjadi puncak arus mudik.

“Dengan sistem yang telah kami terapkan, kami memastikan bahwa perjalanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman. Keberhasilan ini bukan hanya karena kesiapan fasilitas, tetapi juga karena kebijakan yang mendukung penyebaran pemudik secara merata,” lanjut Menhub Dudy.

Menurut survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT), pergerakan pemudik mulai terlihat sejak 21 Maret dan diperkirakan akan terus meningkat hingga H-3 Lebaran pada 28 Maret 2025. Meskipun volume kendaraan dan penumpang terus bertambah, kebijakan yang dijalankan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga institusi telah berperan penting dalam mengendalikan laju pergerakan pemudik.

Operasi Ketupat 2025 Dimulai dengan Pengamanan Ketat

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, turut mengungkapkan bahwa sejak dimulainya Operasi Ketupat 2025 pada 23 Maret, pihaknya sudah melakukan pengamanan ketat di jalur mudik, termasuk di Pelabuhan Merak. Menurutnya, pada hari pertama Operasi Ketupat, tidak terlihat antrean panjang di pelabuhan. Hal ini membuktikan bahwa kebijakan yang diterapkan, seperti WFA, berhasil mengurangi puncak lonjakan arus mudik di waktu-waktu tertentu.

Baca Juga:  Menhub Pastikan Kelancaran Arus Mudik di Tol Cikampek dan Pelabuhan Ciwandan Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2025

“Pada hari pertama Operasi Ketupat 2025, kami mencatat bahwa volume kendaraan yang meningkat sebesar 42% dibandingkan tahun sebelumnya telah terdistribusi dengan baik. Hal ini menandakan bahwa arus mudik sudah lebih merata, dan kami mengantisipasi terjadinya kemacetan atau penumpukan,” terang Kakorlantas Polri.

Selain itu, data yang dihimpun Korlantas Polri menunjukkan adanya kenaikan signifikan dalam volume kendaraan yang melintasi jalan tol dan arteri. Pada H-10, kenaikan mencapai 37%, sedangkan pada H-9 ada peningkatan 22%. Angka ini menunjukkan bahwa para pemudik sudah mulai menyebar dan tidak terkonsentrasi pada satu titik waktu, mengurangi risiko kemacetan di jalur utama.

Baca Juga, Kilasinformasi: Menhub Tinjau Kesiapan Pelabuhan Indah Kiat

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, juga menambahkan bahwa tren pergerakan pemudik di Pelabuhan Merak menunjukkan angka kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Pada H-10 Lebaran tahun ini, jumlah pemudik meningkat 14,7%, sementara pada H-9 terjadi lonjakan hingga hampir 80%. Heru Widodo menjelaskan bahwa kebijakan WFA dan perpanjangan masa libur yang diterapkan tahun ini sangat berperan dalam mendistribusikan arus mudik lebih merata.

“Kami melihat bahwa kebijakan ini memberikan dampak positif dalam penyebaran arus mudik, karena pemudik tidak hanya bergerak pada tanggal-tanggal tertentu saja. Kami berharap ini akan terus berlanjut hingga puncak mudik,” katanya.

Pengawasan Arus Angkutan Barang

Selain memantau arus mudik penumpang, Menhub Dudy dan Kakorlantas Polri juga meninjau pengalihan arus angkutan barang ke Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) di Bojonegoro. Ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi barang dan mengurangi tekanan pada Pelabuhan Merak yang lebih banyak memfokuskan pada transportasi penumpang selama musim mudik.

Menhub Dudy, Kakorlantas Polri, bersama jajaran lainnya, turut memantau kondisi transportasi barang untuk memastikan bahwa kegiatan distribusi barang tidak terganggu selama musim mudik ini.

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Transaksi Judi Online Turun Drastis di Awal 2025!

Berita Unggulan

Indonesia dan Prancis Rayakan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Melalui Musik: Tur Trio Prancis Saint-Saëns Bersama Dua Orkestra Besar Indonesia

Nasional

Persiapan Puncak Arus Mudik 2025: Wamen Diana Tinjau Kesiapan Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek

Berita Unggulan

Produk Farmasi & Kosmetik Indonesia Kian Mendunia, Ekspor Tembus Puluhan Negara

Berita Unggulan

Target Tuntas! Kemensos Pastikan Pencairan Bansos Sebelum Ramadan, Begini Update Terbarunya!

Nasional

Skema DAK: Meningkatkan Daya Saing dan Produktivitas Sentra IKM di Daerah

Berita Unggulan

Pidato GKR Bendara Pecahkan Hening JCWF 2025: “Jaga Raga, Jernihkan Pikiran, Kuatkan Jiwa!”

Agama

Kemenag Kembangkan Kurikulum Pendidikan Diniyah dan PAUD Al-Qur’an, Ini Fokus Pembahasannya