Breaking News

Home / Berita Unggulan / Nasional

Jumat, 16 Mei 2025 - 07:05 WIB

Gadis Kelahiran Mekah Ini Rela Jadi Petugas Haji Demi Melayani Tamu Allah

Gadis Indonesia kelahiran Mekah, Ruqayyah Asmar, menjadi petugas haji 2025 di Madinah. Fasih berbahasa Arab, ia menjadi jembatan penting bagi layanan jemaah Indonesia. foto: Kemenag

Gadis Indonesia kelahiran Mekah, Ruqayyah Asmar, menjadi petugas haji 2025 di Madinah. Fasih berbahasa Arab, ia menjadi jembatan penting bagi layanan jemaah Indonesia. foto: Kemenag

Kilasinformasi.com, Madinah, Arab Saudi — Suasana lobi Hotel InterContinental Dar Al Hijra, Madinah, sempat dibuat kebingungan oleh kehadiran seorang pria Arab yang berusaha menyampaikan sesuatu kepada para petugas haji Indonesia. Tak satu pun dari mereka benar-benar memahami maksud sang pria, hingga hadir seorang gadis berseragam biru yang langsung menjadi jembatan komunikasi: Ruqayyah Asmar Abdul Hakim.

Gadis 26 tahun ini adalah tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), khususnya di layanan konsumsi. Namun, kehadirannya bukan sekadar pelengkap. Fasih berbahasa Arab karena lahir dan besar di Mekah, Ruqayyah – atau akrab disapa Ayya – menjadi solusi di tengah kendala komunikasi yang sering kali terjadi antara petugas Indonesia dan mitra lokal.

Putri sulung dari pasangan Mandailing asal Sumatera Utara ini menjalani sebagian besar hidupnya di Arab Saudi. Meski demikian, identitas ke-Indonesiaannya tetap lekat, terlihat dari sikap santun dan pembawaannya yang bersahaja. Ayya hanya pernah tinggal di luar Mekah saat menempuh studi S1 di Malaysia dan sesekali pulang ke Indonesia – terakhir pada 2023.

Baca Juga, Kilasinformasi: Menggantikan Ayah ke Tanah Suci: Kisah Haru Pahrul yang Temani Ibunya Berhaji

Motivasi Ayya menjadi petugas haji sederhana namun dalam: “Ingin melayani tamu Allah.” Ia juga ingin memberi kontribusi langsung kepada para jemaah, khususnya lansia. Sejak bergabung sebagai petugas sejak musim haji 2024, Ayya menjalani seleksi yang sama seperti petugas dari tanah air – mulai dari pendaftaran daring, ujian CAT, hingga wawancara.

Baca Juga:  Haji 2025: 98,86% Kuota Reguler Sudah Terisi.

Setiap hari, Ayya memulai pekerjaannya sejak pukul 05.00 WAS. Bersama tim konsumsi yang dipimpin oleh Bu Djubaidah, ia bertanggung jawab dalam pendistribusian makanan kepada jemaah, mulai dari sarapan hingga makan malam. Tugasnya juga mencakup pengawasan katering dan pengecekan sampel makanan sebelum disajikan.

Meski berat, Ayya menjalaninya dengan ikhlas. Bagi dia, momen paling mengharukan adalah saat melepas para jemaah kembali ke tanah air, setelah hari-hari penuh interaksi dan pelayanan di Mekah.

Baca Juga, Kilasinformasi: 60 Ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan, 200 Ribu Lebih Sudah Tervisa

Kehadiran petugas seperti Ayya sangat krusial. Bahasa Arab yang ia kuasai bukan hanya alat komunikasi, tapi juga penghubung budaya yang kerap menjadi hambatan dalam layanan jemaah. Perannya menunjukkan pentingnya keterlibatan mukimin – WNI yang tinggal di Arab Saudi – dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Di sela tugasnya, Ayya tetap memelihara cita-cita di bidang teknologi. Lulusan IT ini ingin berkarier sebagai desainer web atau pengembang aplikasi. Ia menyukai konten-konten Tiktok bertema editing dari Saudi, meski mengaku jarang mengikuti tren medsos dari Indonesia.

Ayya ingin tetap tinggal di Arab Saudi, tempat ia merasa nyaman dan sudah menyatu dengan lingkungan. Namun hatinya tetap terpaut pada Tanah Air – terutama saat ia mengenang jalan-jalan dan belanja di Indonesia yang menurutnya lebih hemat dan meriah.

Sumber : Kemenag

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Gusti Putri: Pelestarian Budaya Butuh Komitmen Bersama di Rakernas JKPI 2025

Berita Unggulan

Bali United Raih Satu Poin Setelah Imbang 1-1 dengan Persita

Berita Unggulan

Tim Medis Dinkes Bener Meriah Siaga Layani Kesehatan Pengungsi Pascabanjir dan Longsor

Agama

Kemenag Aceh Kerahkan Relawan Bersihkan Masjid dan Madrasah Usai Banjir

Berita Unggulan

KKP Dorong Perlindungan Ekosistem Laut dan Pesisir di Luar Kawasan Konservasi

Berita Unggulan

Pulihkan Sanitasi Pascabencana, Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen TPA Rantau dan IPLT Aceh Tamiang

Berita Unggulan

HUT ke-8 Kecamatan Jirak Jaya, Pemkab Muba Percepat Infrastruktur dan Akses Layanan Warga

Berita Unggulan

Kemenag-Bareng Relawan Petakan Distribusi Bantuan Penyintas Banjir di Aceh