Breaking News

Home / Berita Unggulan / Favorite / Nasional

Minggu, 27 Juli 2025 - 15:27 WIB

Gus Ipul Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat di Hari Libur

Menteri Sosial Gus Ipul evaluasi Sekolah Rakyat saat hari libur, soroti kesehatan anak, kekerasan, dan pentingnya kerja tim di 100 titik se-Indonesia. Foto: Kemensos

Menteri Sosial Gus Ipul evaluasi Sekolah Rakyat saat hari libur, soroti kesehatan anak, kekerasan, dan pentingnya kerja tim di 100 titik se-Indonesia. Foto: Kemensos

VoiceJogja, Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Sekolah Rakyat, Minggu, 26 Juli 2025, meski bertepatan dengan hari libur. Rapat daring ini diikuti oleh 100 Kepala Sekolah Rakyat, Kepala Sentra dan Balai Kementerian Sosial, serta narahubung daerah.

Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut dari berjalannya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak 14 Juli 2025 di 63 lokasi Sekolah Rakyat. Dalam dua pekan pelaksanaan, Gus Ipul menemukan beberapa siswa mengalami gangguan kesehatan pada masa adaptasi awal.

“Masalah kesehatan anak-anak ini akan kita atasi bersama Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo,” tegas Gus Ipul.

Tak hanya soal kesehatan, Gus Ipul juga menyoroti tiga isu krusial di lingkungan sekolah: bullying, kekerasan fisik/ seksual, dan intoleransi. Ia meminta para kepala sekolah memberi perhatian khusus dan segera mengambil langkah pencegahan.

Untuk memitigasi risiko, Kementerian Sosial akan berkolaborasi dengan tim kurikulum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) guna menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan isu-isu tersebut. SOP ini akan melengkapi kurikulum dan menjadi acuan satu standar nasional di Sekolah Rakyat.

Baca Juga:  Sekolah Rakyat: Terobosan Presiden Prabowo Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan Gratis Berasrama

“Saya titipkan dari awal, sedang dimatangkan kurikulumnya, SOP-nya, kode-kodenya. Supaya para kepala sekolah punya panduan yang sama,” ucap Gus Ipul.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan kerja tim demi keberhasilan Sekolah Rakyat. Ia meminta seluruh pihak menjaga komunikasi dan menyelesaikan tugas masing-masing dengan tanggung jawab penuh.

100 Sekolah Rakyat telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia pada tahun 2025. Sebanyak 63 titik telah memulai MPLS, sementara 37 lainnya akan mulai beroperasi setelah proses renovasi selesai pada akhir Juli atau awal Agustus.

Dengan latar belakang anak dan kondisi wilayah yang beragam, Gus Ipul memberi ruang inovasi kepada para kepala sekolah untuk menyesuaikan pendekatan, asalkan tetap dalam koridor norma yang berlaku.

“Silakan berinovasi, sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Tapi jangan keluar dari batas dan norma,” pesannya.

Menutup rapat, Gus Ipul mengingatkan pentingnya standar operasional dan penggunaan buku panduan sebagai acuan dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Sumber: Kemensos

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Gubernur Papua Selatan Pimpin Persiapan Akhir Pemindahan Ibu Kota ke KTM Salor

Berita Unggulan

Rupiah Stabil di Rp16.400, BI Fokus Perkuat Nilai Tukar Lewat Intervensi Pasar

Berita Unggulan

Jalan Salingka Danau Maninjau Putus, Akses ke Sungai Batang Dialihkan Lewat Jalur Danau

Berita Unggulan

Van Gastel Kecewa PSIM Gagal Menang Usai Ditahan Persib 1-1

Berita Unggulan

Menteri Dody Tinjau Progres Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen, Tekankan Pembangunan Berkelanjutan

Berita Unggulan

Dari Sawiji hingga Ora Mingkuh: Resep Yogyakarta Memikat Wisatawan Dunia

Berita Unggulan

BPN Tetap Buka Saat Libur Nataru, Warga: “Kapan Liburnya Pak?”

Berita Unggulan

Kurikulum Berbasis Cinta: Menciptakan Insan Humanis