Breaking News

Home / Berita Unggulan / Ekonomi

Minggu, 3 Agustus 2025 - 19:23 WIB

UMKM Bandung Didorong Masuk Rantai Pasok Program MBG

Kementerian UMKM fasilitasi 18 UMKM Bandung masuk rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dorong naik kelas dan perluas pasar. Foto: Humas Kementrian UMKM

Kementerian UMKM fasilitasi 18 UMKM Bandung masuk rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dorong naik kelas dan perluas pasar. Foto: Humas Kementrian UMKM

VoiceJogja, Bandung – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong pelaku usaha mikro naik kelas lewat program konkret. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi keterlibatan mereka dalam rantai pasok Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 18 UMKM terkurasi di wilayah Bandung Raya dipertemukan dengan para Kepala Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta yayasan mitra dapur MBG dalam acara Temu Mitra: Perluasan Keterlibatan UMKM dalam Program MBG yang digelar di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa (PPYD) Alkasyaf, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (1/8).

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menegaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam program MBG adalah langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi pelaku usaha mikro.

“UMKM memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program MBG sebagai bagian dari upaya mencetak generasi Indonesia yang sehat dan unggul,” ujar Riza.

Forum ini menghadirkan UMKM yang telah menjalani pendampingan intensif selama tiga bulan dan menghasilkan produk yang layak masuk ke ekosistem MBG. Pada acara tersebut juga ditandatangani komitmen kemitraan antara para kepala SPPG atau yayasan dapur dengan UMKM pemasok terkurasi.

Baca Juga:  Sidang Isbat Penetapan Awal Syawal 1446 H Digelar 29 Maret 2025

Melalui program ini, pelaku usaha mikro berperan di tiga titik utama ekosistem MBG: sebagai pemasok bahan baku (hulu), penyedia jasa boga di dapur SPPG (dapur), serta pengelola limbah makanan (hilir). Kementerian UMKM pun memberikan empat pilar dukungan: peningkatan manajemen usaha, akses pembiayaan, legalitas dan perlindungan usaha, serta peningkatan produktivitas melalui digitalisasi dan perluasan pasar.

Sebagai contoh keberhasilan, Riza menyebut CV ST Jaya Mandiri—UMKM mitra dapur SPPG yang berhasil meningkatkan omzet hingga Rp1,8 miliar per tahun dan menyerap tenaga kerja dari kalangan ibu rumah tangga.

“Temu Mitra ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata membuka akses pasar dan memperkuat peran UMKM dalam ekosistem pangan bergizi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Kementerian UMKM berharap kegiatan ini menjadi pemicu tumbuhnya lebih banyak SPPG Ramah UMKM di berbagai wilayah, yang memperkuat ekonomi rakyat dari desa hingga kota.

Sumber: Kementrian UMKM

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Wabup Batang Jawab Pandangan Fraksi Soal RPJMD 2025-2029: Siap Wujudkan Batang Berdaya Saing

Berita Unggulan

Menteri Widiyanti Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Pariwisata Lebih Transparan dan Terpercaya

Berita Unggulan

Pemkab Malinau Biayai Umroh 18 Warga Berprestasi dan Pekerja Sosial, dari Juara MTQ hingga Nelayan

Berita Unggulan

Indonesia dan Singapura Bangun Zona Industri Hijau di Kepri, Dorong Energi Bersih Regional

Berita Unggulan

TAK NYANGKA! Tahun Baruan di Hotel Bintang 4 Jogja Cuma Rp185 Ribu, Ini Isi Pesta Retro Loman Park

Berita Unggulan

Indonesia Sukses Boyong Empat Gelar Juara di Singapore International Challenge 2025

Berita Unggulan

Dirjen PSKP Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran di D.I. Yogyakarta

Berita Unggulan

Presiden Brasil Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia