Breaking News

Home / Budaya

Senin, 4 Agustus 2025 - 11:54 WIB

Menperin: Batik Harus Jadi Gaya Hidup, Bukan Sekadar Simbol Budaya

Menperin: Batik harus jadi gaya hidup modern. GBN 2025 ajak generasi muda pakai, beli, dan bangga dengan batik sebagai identitas dan kekuatan ekonomi. Foto: Dok Kemenperin

Menperin: Batik harus jadi gaya hidup modern. GBN 2025 ajak generasi muda pakai, beli, dan bangga dengan batik sebagai identitas dan kekuatan ekonomi. Foto: Dok Kemenperin

VoiceJogja, Jakarta — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak generasi muda untuk lebih agresif dalam menunjukkan kebanggaannya memakai batik. Pernyataan ini disampaikan saat menutup rangkaian kegiatan Gelar Batik Nusantara (GBN) feat. Industrial Festival 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta, Minggu (3/8).

Mengusung semangat pelestarian budaya dalam kemasan kekinian, GBN 2025 menjadi panggung kreatif selama empat hari terakhir bagi pelaku industri batik, desainer muda, dan masyarakat luas. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perindustrian dan Yayasan Batik Indonesia (YBI).

“Batik jangan hanya dianggap jadul atau dipakai saat acara formal. Kalau didesain modern, batik bisa jadi keren, bahkan ikonik,” ujar Menperin dalam sesi Fun Run and Walk, acara penutup yang dirancang untuk memperkenalkan batik dengan cara yang menyenangkan.

Menurut data Kemenperin, subsektor fesyen termasuk batik memberikan kontribusi sebesar 6,92 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada 2024. Selain nilai ekonomi, batik juga dinilai memiliki kekuatan budaya yang layak dipromosikan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Baca Juga:  3.513 PPPK Paruh Waktu di Sleman Terima SK, Bupati Harda Minta Tingkatkan Kinerja Pelayanan

Menperin menegaskan bahwa mencintai batik tidak cukup dengan sekadar simbolik. “Kalau cinta, jangan cuma dipajang. Beli dan pakai! Dengan begitu, kita ikut mendukung industri batik dan UMKM-nya,” tegasnya.

Selama penyelenggaraan GBN 2025, berbagai kegiatan digelar mulai dari pameran, pertunjukan busana, lokakarya kreatif, hingga ruang kolaborasi antar pelaku industri. Tujuannya adalah menciptakan ruang partisipasi yang inklusif, utamanya bagi generasi muda dalam membangun industri berbasis budaya yang berkelanjutan.

Ajakan Menperin untuk menjadikan batik sebagai bagian dari gaya hidup bukan hanya sebuah imbauan, melainkan langkah nyata membangun ekosistem kreatif yang kuat dan berakar pada jati diri bangsa. (MHD)

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Kemkomdigi Dalami Dugaan Penyalahgunaan Grok AI untuk Konten Asusila di Platform X

Berita Unggulan

Pariwisata Tak Bisa Biasa-biasa Saja, DPD PUTRI DIY–Lampung Tancap Gas Inovasi

Berita Unggulan

Grand Final Jogja Fashion Parade 2025 Tampilkan Inovasi Batik dan Lurik Sleman, Ini Daftar Pemenangnya

Agama

Khotmil Qur’an Dzikrul Qolbi, Pemda Kulon Progo Dorong Penguatan Pendidikan Al-Qur’an

Berita Unggulan

Sacred Axis Retreat: GKR Bendara Hadirkan Perjalanan Sakral Merapi–Keraton–Laut Selatan

Berita

Raja Surakarta PB XIII Tutup Usia, Jenazah Akan Dikirab Sebelum Dimakamkan, Begini Rutenya

Berita Unggulan

Indonesia–Inggris Perkuat Kemitraan Hijau, Dari Transisi Energi hingga Konservasi Gajah

Berita Unggulan

Hizbul Wathan Perkuat Kepemimpinan dan Karakter Generasi Muda di Kota Yogyakarta