Breaking News

Home / Agama / Berita Unggulan / Nasional / Pemerintah

Sabtu, 22 November 2025 - 15:48 WIB

Wamenag Tegaskan Intelektualisasi Santri Jadi Agenda Besar Penguatan Pesantren

Wamenag Syafi’i tekankan pentingnya intelektualisasi santri dalam penguatan pesantren pada Halaqah di UIN Raden Fatah Palembang. Foto: kemenag.go.id

Wamenag Syafi’i tekankan pentingnya intelektualisasi santri dalam penguatan pesantren pada Halaqah di UIN Raden Fatah Palembang. Foto: kemenag.go.id

Palembang, nasionalku.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa intelektualisasi santrimenjadi agenda besar dalam penguatan pesantren. Hal itu disampaikan dalam Halaqah Penguatan Kelembagaan Direktorat Jenderal Pesantren di UIN Raden Fatah Palembang, Jumat (21/11/2025).

Acara bertema “Intelektualisasi Santri dan Santrinisasi Masyarakat” itu dihadiri Direktur Pesantren Basnang Said, Rektor UIN Raden Fatah Prof. Muhammad Adil, serta para pengasuh pesantren dari berbagai daerah.

Pesantren Fondasi Historis

Syafi’i mengatakan pesantren punya peran penting dalam perjalanan bangsa. Ia menyebut pesantren sebagai pilar moral yang ikut menggerakkan perjuangan sejak jauh sebelum kemerdekaan.

“Memandang pesantren berarti memandang Indonesia,” kata Syafi’i.

Ia menilai penguatan pesantren saat ini berarti memperkuat akar nilai yang selama ini menopang kehidupan berbangsa.

Santri Harus Kuasai Sains dan Teknologi

Syafi’i meminta pesantren membuka ruang lebih luas agar santri belajar ilmu modern. Menurutnya, santri tak bisa hanya fokus pada fiqh atau ilmu agama semata.

“Santri harus belajar teknologi, ekonomi, dan kedokteran. Agama dan ilmu pengetahuan itu tidak bisa dipisah,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Sleman Gandeng Kejati DIY, Perkuat Sinergi Pidana Kerja Sosial bagi Pelaku Tindak Pidana

Ia menilai kemampuan multidisipliner adalah syarat penting agar santri mampu bersaing di era disrupsi.

Penguatan Direktorat Pesantren

Dalam kesempatan itu, Syafi’i juga mengapresiasi langkah Direktorat Pesantren dalam memperkuat rekognisi kelembagaan. Menurutnya, struktur yang kuat memberi ruang bagi regulasi dan pembinaan yang lebih komprehensif.

Direktur Pesantren Basnang Said mengatakan perjuangan pengakuan formal pesantren bukan hal baru. Ia mengingat kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membuka akses pendidikan kesetaraan melalui Paket A, B, dan C.

“Dari situ santri mulai punya jalan untuk masuk lembaga publik,” katanya.

Sinergi Pesantren dan Kampus

Rektor UIN Raden Fatah Prof. Muhammad Adil menegaskan perlunya kerja sama berkelanjutan antara pesantren dan perguruan tinggi. Menurutnya, tradisi keilmuan pesantren harus didukung sistem pembinaan yang lebih modern.

“Pesantren ini tradisi keilmuan yang hidup sampai sekarang,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Muhajirin, Dr. Ubaidillah Luai, dan KH. Affandi sebagai narasumber. Turut hadir pejabat Kemenag Sumsel dan jajaran pimpinan kampus.

Sumber: kemenag.go.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Wali Kota Batam Amsakar Achmad: Kota Madani Harus Bersih, Rukun, dan Dirahmati

Berita Unggulan

Wabup Sleman Danang Maharsa Wisuda 474 Peserta Sekolah Lansia, Ini Harapannya

Berita Unggulan

Sho Yamamoto, Jenderal Serbaguna Andalan Persis Solo di BRI Liga 1 2024/2025

Berita Unggulan

Kasus WNI Bermasalah di Kamboja Melonjak, KBRI Phnom Penh Terus Lakukan Upaya Penanganan

Berita Unggulan

Pemkot Yogyakarta Kirim 25 Koli Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatra

Berita Unggulan

Kemenag Siapkan Layanan Haji Berkualitas bagi 221 Ribu Jemaah Indonesia

Berita Unggulan

Film “Foufo” Angkat Budaya Madura, Menparekraf Dukung Jadi Motor Ekonomi Kreatif Daerah

Berita Unggulan

Dua Ruas Tol Trans Sumatera Siap Diresmikan untuk Dukung Mudik Lebaran 2025