Breaking News

Home / Agama / Berita Unggulan / Daerah

Senin, 24 November 2025 - 13:16 WIB

Zikir Akbar Nasional di Medan, Menag Tekankan Peran Tarekat Naqsabandiyah Jaga Perdamaian Umat

Menag Nasaruddin Umar dorong peran Tarekat Naqsabandiyah jaga perdamaian umat pada Zikir Akbar Nasional di Medan yang dihadiri lebih dari 1.200 peserta. Foto: kemenag.go.id

Menag Nasaruddin Umar dorong peran Tarekat Naqsabandiyah jaga perdamaian umat pada Zikir Akbar Nasional di Medan yang dihadiri lebih dari 1.200 peserta. Foto: kemenag.go.id

MEDAN, nasionalku.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri Zikir Akbar Nasional Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Tarekat Naqsabandiyah Indonesia (PPITTNI) yang digelar di Medan, Sumatera Utara, Minggu (23/11/2025). Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara tersebut turut dihadiri Tuanku Sri Paduka Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alamsyah, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, para ulama, serta pejabat daerah maupun pusat. Dalam kesempatan itu, Menag juga menandatangani prasasti pembangunan Gedung Pengajian dan Gedung Suluk Internasional PPITTNI yang berlokasi di Bengkulu.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa tarekat memiliki peran historis sebagai kekuatan moral yang menenteramkan masyarakat. Ia menyebut, sepanjang sejarahnya sejak abad ke-13, Tarekat Naqsabandiyah selalu hadir sebagai penopang kesejukan dan tidak pernah menjadi sumber keresahan.

“Para pemimpin tarekat selalu menjadi teladan dalam mendukung pemerintahan di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Menag juga menjelaskan makna mendalam zikir dalam tradisi Naqsabandiyah, yang dilakukan dengan teknik pernapasan dan gerakan lembut sebagai simbol pembersihan diri. Ia menegaskan tiga pilar utama dalam tasawuf Naqsabandiyah: takhalli (pembersihan diri), tahalli (menghias jiwa), dan tajalli (menampakkan diri yang tertuju kepada Allah).

Baca Juga:  Lurah Condongcatur Kukuhkan 18 Kelompok Jaga Warga, Bupati Sleman: Jaga Warga Teladan Penjaga Kerukunan dan Kedamaian

“Pengikut Naqsabandiyah itu pikirannya lurus, jiwanya lembut, dan menjunjung tawaduk. Tidak boleh sombong, sekalipun ia seorang mursyid,” kata Nasaruddin.

Ia juga menyerukan agar nilai-nilai tasawuf terus disebarkan, terutama di Sumatera Utara, yang tengah menghadapi tantangan serius terkait narkoba dan kriminalitas. “Jika tasawuf tumbuh kuat di Sumut, jangankan narkoba, preman pun bisa sadar,” ujarnya.

Gubernur Sumut Bobby Nasution sejalan dengan pandangan Menag. Ia berharap Tarekat Naqsabandiyah dapat menjadi ruang pembinaan spiritual bagi generasi muda, sehingga tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba yang masih tinggi di daerah tersebut.

Sementara itu, Pengasuh Tertinggi PPITTNI, Buya Syekh Muhammad Ali Idris, mengajak jamaah menjadikan zikir sebagai bentuk bakti kepada bangsa. Ia menekankan pentingnya mengamalkan Pancasila sebagai fondasi kebangsaan.

“Dengan Pancasila, kita membangun negeri ini menuju Indonesia Emas. Gotong royong adalah jati diri bangsa sejak sebelum merdeka,” ujarnya.

Penyelenggaraan Zikir Akbar Nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus memperkokoh harmoni masyarakat di tengah perubahan sosial yang cepat.

Sumber: kemenag.go.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Mentan Amran dan Menkeu Sri Mulyani Tinjau Progres Proyek Cetak Sawah di Wanam, Merauke

Berita Unggulan

Wamenekraf Apresiasi USS Yard Sale

Berita Unggulan

PASAR GEBRAG HADIR SETIAP SABTU DI JUNI 2025: WUJUD DUKUNGAN TERHADAP UMKM LOKAL DAN ROAD TO PORSENI 2025

Berita Unggulan

GKR Bendara Bimbing Dunia Menemukan Ketenangan Lewat Jogja Cultural Wellness Festival 2025

Berita Unggulan

Indonesia Pimpin Agenda Infrastruktur Dunia Lewat ICI 2025 Jelang G7

Berita

Intervensi Gizi dan Kerja Kolaboratif Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting

Berita Unggulan

Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Akan Beroperasi Terbatas untuk Mudik Lebaran 2025

Berita Unggulan

Indonesia Raih Sejarah Baru: Data Tunggal Sosial Ekonomi Siap Digunakan untuk Penyaluran Bansos!