Breaking News

Home / Agama / Berita Unggulan / Daerah

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:39 WIB

Potret Toleransi di Tengah Banjir Langkat: Warga Beragam Agama Mengungsi Bersama di MTsN 1

Potret toleransi warga Langkat saat banjir: pengungsi lintas agama hidup rukun di MTsN 1 Langkat. Solidaritas jadi kekuatan di tengah bencana. Foto: kemenag.go.id

Potret toleransi warga Langkat saat banjir: pengungsi lintas agama hidup rukun di MTsN 1 Langkat. Solidaritas jadi kekuatan di tengah bencana. Foto: kemenag.go.id

LANGKAT, nasionalku.com — Bencana banjir yang melanda Kecamatan Tanjung Pura dalam beberapa hari terakhir memaksa ribuan warga mengungsi ke berbagai titik aman. Salah satunya adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Langkat di Dusun Tiga Desa Pekubuan, yang kini menjadi tempat penampungan bagi warga dengan latar belakang agama dan suku yang beragam.

Ruang-ruang kelas yang biasanya digunakan untuk belajar kini disulap menjadi tempat istirahat dan berteduh. Puluhan kepala keluarga menggantungkan harapan pada madrasah tersebut, berharap keselamatan dan kenyamanan selama air belum surut.

Di tempat pengungsian itu, potret toleransi terlihat nyata. Netty Christina, salah satu pengungsi, mengaku menerima perlakuan yang sangat hangat sejak pertama kali tiba. Meski ia menganut agama berbeda dari mayoritas warga lain, tidak ada jarak atau sekat dalam interaksi di antara mereka.
“Kami diterima dengan sangat baik. Tidak ada perbedaan,” ujar Netty, Senin (8/12/2025).

Netty menempati satu ruang kelas bersama empat keluarga lain yang berbeda keyakinan. Hubungan antarwarga terjalin akrab. Para pengungsi saling membantu menyiapkan makanan, menjaga anak-anak, hingga memberi semangat satu sama lain untuk bertahan di tengah situasi sulit.

Baca Juga:  484 Pasukan Disiapkan Amankan Mudik Lebaran 2025

Menurut Netty, bencana ini menunjukkan bahwa kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala perbedaan. “Banjir tidak memilih siapa korbannya, dan kami pun tidak boleh memilih siapa yang akan kami bantu,” ujarnya.

Pihak MTsN 1 Langkat juga tidak membatasi siapa pun yang datang meminta perlindungan. Mereka menyediakan kebutuhan dasar bagi seluruh pengungsi, mulai dari logistik hingga layanan kesehatan sederhana. Semua dilakukan secara adil dan penuh ketulusan.

Kisah para pengungsi di MTsN 1 Langkat menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan utama masyarakat Indonesia. Madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga ruang untuk mempraktikkan nilai toleransi, saling membantu, dan persaudaraan lintas keyakinan—sebuah cahaya harapan di tengah bencana.

Sumber: kemenag.go.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Indonesia Dominasi Sri Lanka International Challenge 2025

Berita Unggulan

Wonderful Indonesia Wellness 2025, Merawat Dunia dan Memulihkan Jiwa

Agama

HAB ke-80 Kemenag, Wabup Sergai Tekankan Kerukunan Umat Beragama sebagai Fondasi Pembangunan

Berita Unggulan

KMA 714/2025 Terbit, Jaminan Produk Halal di Daerah Kini Lebih Kuat

Berita Unggulan

Posko Pusat Kemenhub Tegaskan Keamanan dan Keselamatan Jadi Prioritas Angkutan Nataru 2025/2026

Berita Unggulan

Menteri Nusron Dorong Percepatan RDTR lewat Perbanyakan Peta Skala 1:5.000

Berita Unggulan

JCWF 2025 Week #4 Hadirkan Wellness Berbasis Budaya: Keluarga, Inner Child, dan Keindahan Alam

Berita Unggulan

Wali Kota Yogya Ingatkan Anak Muda Tak Jadi ‘Generasi Stroberi’ yang Mudah Rapuh