Breaking News

Home / Berita Unggulan / Bisnis / Budaya / Daerah / Ekonomi

Senin, 15 Desember 2025 - 15:23 WIB

Pelaku Konveksi Wajib Baca! Rama Sahid Ungkap Cara Bertahan dan Laris di 2026

Seminar Gaya Bisnis 2026 di Yogyakarta membahas strategi adaptasi digital bisnis konveksi dan sablon bersama konsultan nasional Rama Sahid.

Seminar Gaya Bisnis 2026 di Yogyakarta membahas strategi adaptasi digital bisnis konveksi dan sablon bersama konsultan nasional Rama Sahid.

YOGYAKARTA, nasionalku.com – HAAP MEDIA berkolaborasi dengan Guyub Sablon Bantul menggelar Seminar Gaya Bisnis 2026 di Hotel Horison Emerald Yogyakarta, Minggu (14/12/2025).

Seminar ini menghadirkan trainer dan konsultan bisnis nasional Rama Sahid sebagai pemateri utama. Kegiatan tersebut diikuti pelaku usaha konveksi dan sablon dari wilayah Bantul hingga luar daerah, seperti Lombok, Tangerang, dan Magelang.

Dalam pemaparannya, Rama Sahid menekankan bahwa tantangan utama bisnis konveksi ke depan tidak hanya soal harga, melainkan kejelasan positioning, diferensiasi, serta kekuatan branding.

“Bisnis yang bertahan bukan yang paling besar, tapi yang paling cepat beradaptasi dan konsisten bergerak. Kalau positioning tidak jelas, bisnis akan dianggap sama dengan yang lain,” ujar Rama Sahid.

Ia menambahkan, konsumen saat ini semakin kritis dan menjadikan rekam jejak digital sebagai salah satu pertimbangan utama sebelum membeli produk.

Menurut Rama, pelaku usaha kecil justru memiliki peluang besar untuk memenangkan pasar apabila mampu menonjolkan Unique Selling Point (USP) atau keunikan usaha yang dimiliki, dibandingkan hanya mengandalkan persaingan harga.

Baca Juga:  Pulihkan Sanitasi Pascabencana, Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen TPA Rantau dan IPLT Aceh Tamiang

Selain itu, strategi pemasaran digital melalui media sosial juga menjadi sorotan dalam seminar tersebut. Rama menjelaskan, konten yang menampilkan proses produksi, testimoni pelanggan, serta cerita di balik usaha dapat membangun kepercayaan konsumen secara lebih cepat.

“Di era digital, kualitas tidak cukup diklaim, tapi harus dibuktikan lewat konten. Konsumen ingin melihat proses, bukan hanya hasil,” tegasnya.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan peserta. Para pelaku usaha turut berbagi pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan bisnis konveksi dan sablon.

Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa Seminar Gaya Bisnis 2026 akan menjadi program berkelanjutan. Ke depan, kegiatan ini direncanakan digelar rutin setiap empat bulan sekali dan dilengkapi dengan kelas mingguan bagi pelaku usaha pemula.

Melalui kegiatan ini, HAAP MEDIA dan Guyub Sablon Bantul berharap para pelaku usaha konveksi dan sablon semakin siap menghadapi persaingan bisnis pada 2026 serta mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan di era digital.

Share :

Baca Juga

Agama

Kemenag Aceh Kerahkan Relawan Bersihkan Masjid dan Madrasah Usai Banjir

Berita Unggulan

Sekolah Rakyat: Jalan Baru Pendidikan dengan Sistem Asrama

Berita Unggulan

Indonesia dan Uzbekistan Perkuat Kerja Sama Keagamaan dan Pendidikan, Ini yang Terjadi dalam Pertemuan Menag Nasaruddin Umar dengan Menteri Luar Negeri Uzbekistan!

Berita Unggulan

PORDA XVII DIY 2025 Cabor Angkat Berat Resmi Digelar di GOR Condongcatur

Berita Unggulan

Pemkab Demak Resmi Angkat 2.421 PPPK Paruh Waktu Formasi 2025, Ini Rinciannya

Berita Unggulan

Pemkot Yogya Salurkan Bansos Kebakaran dan Bedah Rumah, Dorong Gotong Royong Warga

Berita Unggulan

Kementan Bersama Champion Cabai di NTB Gelar Aksi Penjualan Cabai Harga Petani

Berita Unggulan

Head to Head Arema FC vs PSIS Semarang: Singo Edan Bidik Konsistensi di BRI Liga 1 2024/25