Breaking News

Home / Berita Unggulan / Daerah / Peristiwa

Jumat, 19 Desember 2025 - 13:01 WIB

Bupati Sleman Dampingi Titiek Soeharto Resmikan Saluran Irigasi Tersier di Moyudan

Bupati Sleman dampingi Titiek Soeharto resmikan saluran irigasi tersier di Moyudan untuk mendukung ketahanan pangan.

Bupati Sleman dampingi Titiek Soeharto resmikan saluran irigasi tersier di Moyudan untuk mendukung ketahanan pangan.

SLEMAN, nasionalku.com – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soehartomelaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman sekaligus meresmikan saluran irigasi tersier di Dusun Karangtalun, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Kamis (18/12).

Dalam kegiatan tersebut, Titiek Soeharto didampingi oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama jajaran terkait. Peresmian saluran irigasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat infrastruktur pertanian guna mendukung ketahanan pangan.

Saluran irigasi tersier tersebut merupakan program inisiasi Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO). Program ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan tata guna air irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman siap mendukung program ketahanan dan swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, perbaikan dan peningkatan kualitas saluran irigasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Ibu Titiek Soeharto, atas dukungan, bantuan, dan pendampingan kepada masyarakat Sleman dalam upaya menjaga ketahanan dan swasembada pangan di Sleman dan DIY,” ujar Harda.

Baca Juga:  Dipanggil Timnas Indonesia U23, Kiper PSIM Cahya Supriadi Siap Tampil Maksimal

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengungkapkan bahwa persoalan irigasi masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah daerah. Banyak saluran irigasi yang dinilai tidak berfungsi optimal dan memerlukan perbaikan.

Ia menegaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan harus dimulai dari hulu, yakni memastikan sistem pengairan sawah berjalan dengan baik.

“Kalau kita berfokus pada pengairan sawah yang baik, saya yakin produktivitas petani akan meningkat. Daripada membuka lahan baru, lebih baik meningkatkan produktivitas lahan yang ada dengan memperbaiki kualitas air dan pH tanah,” jelas Titiek.

Sementara itu, Kepala BBWSO Maryadi Utama menjelaskan bahwa saluran irigasi tersier Karangtalun memiliki panjang sekitar 259 meter dan melayani area pertanian seluas 12 hektare. Pembangunan irigasi tersebut merupakan tahap ketiga dari pelaksanaan program Inpres Nomor 2 Tahun 2025.

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

KKMP Demangan Perkenalkan Batik Segoro Amarto Reborn dengan Zat Pewarna Alam pada HUT ke 269 Kota Yogyakarta

Daerah

Berbagi Keceriaan dan Keindahan Amal di Bulan Ramadhan 1446 H Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

Berita Unggulan

Jelang Wukuf di Arafah, Petugas Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan

Berita Unggulan

Jogja Urban Enduro 2025 Hadirkan Sensasi Downhill di Tengah Kota Jogja

Berita Unggulan

Mensos Gus Ipul Ajak Masyarakat Bogor Gelar Kerja Bakti Massal Bersihkan Sungai Cikole

Berita Unggulan

Prajurit TNI Bangga Tampil di Hadapan Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II dalam Demo Drone

Berita Unggulan

Transaksi Judi Online Turun Drastis di Awal 2025!

Berita Unggulan

Wali Kota Yogya Ingatkan Anak Muda Tak Jadi ‘Generasi Stroberi’ yang Mudah Rapuh