Breaking News

Home / Berita Unggulan / Daerah / Ekonomi / Favorite / Wisata

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:50 WIB

Gua dan Sendang Surocolo Bantul, Jejak Sunyi Sejarah di Perbukitan Pundong

Gua dan Sendang Surocolo di Pundong Bantul menyimpan jejak sejarah Sunan Amangkurat III di perbukitan karst yang sunyi dan asri. foto: Dok Bantulkab.go.id

Gua dan Sendang Surocolo di Pundong Bantul menyimpan jejak sejarah Sunan Amangkurat III di perbukitan karst yang sunyi dan asri. foto: Dok Bantulkab.go.id

Bantul, Nasionalku.com – Di balik perbukitan karst Pundong, Bantul, tersimpan sebuah situs bersejarah yang jarang tersorot. Gua dan Sendang Surocolo hadir sebagai ruang sunyi yang memadukan alam, sejarah, dan cerita lisan yang hidup di tengah masyarakat.

Tak jauh dari Pantai Parangtritis, tepatnya di Dusun Poyahan, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, berdiri sebuah situs cagar budaya bernama Gua Surocolo. Lokasinya berada di perbukitan karst dengan ketinggian sekitar 357 meter di atas permukaan laut, menawarkan panorama alam yang tenang dan berbeda dari hiruk-pikuk wisata pantai.

Gua Surocolo juga dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Gua Sunan Mas. Berdasarkan cerita yang berkembang, gua ini diyakini pernah menjadi tempat persembunyian Sunan Amangkurat Mas atau Sunan Amangkurat III saat menghadapi tekanan dari Belanda. Ada pula yang meyakini gua tersebut digunakan sebagai tempat pertapaan dan dibangun sendiri oleh sang sunan.

Mengutip laman Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, kompleks Gua Surocolo terdiri dari dua struktur gua. Gua utama berbentuk ruangan tertutup dengan panjang sekitar 8,7 meter, lebar 6,2 meter, dan tinggi 2,35 meter. Mulut gua menghadap ke arah utara, dengan ukuran yang relatif sempit.

Baca Juga:  Danang Maharsa: Penanggulangan Kemiskinan Bukan Tugas Satu OPD, tapi Tanggung Jawab Bersama

Di sebelah barat gua utama terdapat gua kedua yang berbentuk ceruk terbuka. Meski lebih sederhana, keberadaan gua ini menjadi bagian penting dari keseluruhan kompleks situs. Di depan pintu masuk gua utama, tersusun 17 batu andesit yang berfungsi sebagai alas jalan, pijakan masuk, serta penanda jalur menuju gua. Beberapa batu tampak dipasang dalam posisi berdiri.

Tak hanya gua, kawasan Surocolo juga dilengkapi tiga buah sendang atau kolam air, dua pohon besar, pendopo, serta tangga bebatuan yang menghubungkan area bawah menuju mulut gua. Dua pohon tua—kepuh dan randu alas—diperkirakan telah berusia ratusan tahun, memperkuat kesan sakral sekaligus alami di kawasan ini.

Pada musim penghujan, ketiga sendang akan terisi air jernih yang berasal dari sumber mata air alami. Air mengalir melalui dua jaladwara atau pancuran sebelum bermuara ke sendang terbesar. Kejernihan air ini kerap dimanfaatkan warga sekitar, terutama anak-anak, untuk bermain dan berenang.

Dengan perpaduan lanskap alam, nilai sejarah, dan cerita turun-temurun, Gua dan Sendang Surocolo menjadi salah satu situs sunyi di Bantul yang menyimpan jejak masa lalu dan layak dijelajahi lebih jauh.

sumber: bantulkab.go.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Yayasan Sejiwa Dukung Regulasi Perlindungan Anak di Dunia Digital, Mencegah Dampak Negatif bagi Generasi Muda!

Daerah

Bupati Sleman Buka Musrenbang RKPD 2026

Berita Unggulan

Kerja Sama Indonesia dan Swiss untuk Penguatan Pendidikan Vokasi Berbasis Dual VET

Berita Unggulan

Akselerasi Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah: Gus Ipul Ajak Pemda dan Kampus Bersinergi

Berita Unggulan

Imigrasi Soetta Gagalkan Keberangkatan 137 PMI Ilegal Selama Libur Nataru

Berita Unggulan

Kenangan Uston Nawawi tentang Bejo Sugiantoro: Persahabatan, Perjuangan, dan Kehilangan

Berita Unggulan

GKR Bendara: Banyu Bening Bukti Kedaulatan Air Bisa Dimulai dari Akar Rumput

Berita Unggulan

Jelang Libur Nataru, Pemkab Sleman Pastikan Stok dan Harga Pangan Tetap Terkendali