MEDAN | NasionalKu.com – Ironis. Itulah kata yang paling tepat menggambarkan kondisi Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan saat ini. Wilayah yang seharusnya menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman, kini justru berubah menjadi “kolam raksasa” yang tak pernah kering akibat banjir air laut atau rob.
Keprihatinan ini tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di sana, tetapi juga oleh putra daerah yang kini merantau jauh. Johnson Erwin Sitohang, yang kini menetap di Kota Gudeg, Yogyakarta, mengaku hatinya sangat sedih dan perih setiap kali melihat kabar atau foto kampung halamannya yang terus-menerus terendam air asin.

Foto : banjir menggenangin jalan
“Betapa sedihnya hati ini melihat Bagan Deli seperti ini. Dulu tempat kami bermain dan tumbuh, sekarang setiap hari warga harus berjuang melawan air laut. Rasanya tidak tega melihat tetangga dan keluarga yang masih di sana harus hidup dalam ketidakpastian dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan,” ujar Johnson dengan nada kecewa.
Benar apa yang dikatakan Johnson. Realita di lapangan sangat memilukan. Air laut masuk ke pemukiman bukan hanya sesekali, melainkan sudah menjadi rutinitas harian. Lantai rumah basah, perabotan rusak, jalanan becek dan bau, membuat kualitas hidup warga turun drastis. Rasa tidak nyaman itu nyata, bahkan sudah mencapai titik jenuh. Warga merasa seperti “ditinggal mati” oleh penanganan yang serius.
Di tengah genangan dan penderitaan ini, suara seruan warga semakin lantang terdengar. Masyarakat Bagan Deli meminta dan menuntut tanggung jawab langsung dari Walikota Medan maupun Gubernur Sumatera Utara.

Foto : banjir menggenangin jalan
Ini bukan lagi masalah teknis semata, ini adalah masalah kemanusiaan. Sampai kapan warga dibiarkan hidup seperti ini? Di mana janji-janji pembangunan dan perlindungan wilayah pesisir? Pembangunan tanggul, perbaikan drainase, dan solusi jangka panjang harus segera hadir, bukan sekadar wacana atau kunjungan seremonial yang tidak menyelesaikan masalah.
Kepada Bapak Walikota dan Bapak Gubernur, tolong dengarkan rintihan ini. Bagan Deli adalah bagian tak terpisahkan dari Medan dan Sumatera Utara. Jangan biarkan wilayah ini perlahan “mati” ditelan air laut, dan jangan biarkan warga merasa tidak berdaya.
Warga butuh kenyamanan, warga butuh keamanan, dan warga berhak hidup layak tanpa harus takut air pasang setiap hari. Selesaikan masalah ini sekarang juga, sebelum air semakin tinggi dan harapan warga semakin surut!
Oleh : Johnson Erwin sitohang
(Red / Handoko a.w)



















