Breaking News

Home / Berita Unggulan / Pendidikan

Rabu, 12 Februari 2025 - 07:10 WIB

Menteri UMKM: Program MBG Dorong Multiplier Effect untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan multiplier effect untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan memperkuat sektor UMKM pangan dan menciptakan ekosistem usaha berkelanjutan. Foto 
 : umkm.go.id

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan multiplier effect untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan memperkuat sektor UMKM pangan dan menciptakan ekosistem usaha berkelanjutan. Foto : umkm.go.id

Kilas, 12 Februari 2025 – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama di sektor UMKM pangan. Program ini tidak hanya berdampak pada anak-anak yang menerima manfaat langsung, tetapi juga pada ibu-ibu dan masyarakat secara luas.

Menteri Maman Abdurrahman menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada acara groundbreaking pembangunan center of excellence untuk program MBG di kampus IPB Dramaga, Bogor. Ia menjelaskan, program MBG diharapkan akan menciptakan perputaran ekonomi di setiap desa yang berujung pada penggerakan roda ekonomi Indonesia, terutama di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Program MBG ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang bergerak dari hulu ke hilir. Semua aspek dalam rantai pasok program ini melibatkan UMKM, baik dalam produksi maupun distribusi. Sektor UMKM menjadi pihak yang sangat diuntungkan dalam program ini,” jelas Menteri Maman.

Pemerintah Luncurkan Cek Kesehatan Gratis, Wamenag Ajak Semua Warga Indonesia Ikut Serta

Meningkatkan Ekosistem Usaha Pangan

Menurut Menteri Maman, sektor pangan menjadi salah satu subsektor yang sangat berpotensi dalam membangun ekosistem usaha berkelanjutan di Indonesia. Di setiap desa, baik dari sisi produksi pangan hingga distribusi akan melibatkan UMKM. “Kami sedang membangun ekosistem usaha yang baru di sektor pangan, ini akan menjadi peluang yang sangat besar bagi UMKM untuk berkembang,” katanya.

Menteri Maman menekankan bahwa dengan adanya program MBG, diharapkan akan tercipta peluang usaha baru yang melibatkan UMKM, serta memperkuat sektor UMKM pangan di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek dalam menciptakan peluang ekonomi, namun juga akan melahirkan ekosistem usaha yang lebih luas dan berkelanjutan.

Tiga Skema Utama untuk Keberlanjutan Program

Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas Program MBG, Kementerian UMKM sudah menyiapkan tiga skema utama. Skema pertama adalah penguatan manajemen dan kualitas produksi bagi pengusaha UMKM yang terlibat dalam MBG. Menteri Maman menyebutkan bahwa program ini akan dipantau dengan ketat oleh Kementerian UMKM untuk memastikan bahwa operasional dan manajemen UMKM yang terlibat berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Tematik Universitas Alma Ata Lakukan Pendampingan Digitalisasi UMKM di Desa Trisobo

Skema kedua menyangkut aspek pembiayaan. Kementerian UMKM, bekerja sama dengan Bank Himbara, akan menyiapkan skema pembiayaan bridging untuk membantu UMKM mengatasi kendala administratif dan anggaran yang mungkin terjadi. “Kami telah berkoordinasi dengan bank Himbara untuk menyiapkan pembiayaan bagi UMKM, agar mereka bisa lebih mudah dalam mengakses modal kerja,” ungkapnya.

Skema ketiga adalah membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Program MBG diharapkan tidak hanya menciptakan peluang usaha jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang dalam jangka panjang, terutama dalam subsektor pangan dan industri terkait.

Google Dukung Aturan Perlindungan Anak Indonesia: Wujudkan Keamanan Digital yang Lebih Baik

Kolaborasi dengan IPB untuk Riset dan Pengembangan UMKM Pangan

Menteri Maman juga menyoroti pentingnya center of excellence yang dibangun di kampus IPB Dramaga Bogor untuk mendukung UMKM di sektor pangan dan pertanian. Kolaborasi antara kementerian UMKM dan kampus ini diharapkan dapat mendukung riset dan pengembangan sektor pangan yang relevan dengan kebutuhan pasar.

“Kerja sama dengan kampus akan membuka peluang riset yang dapat diterapkan secara praktis di dunia usaha. Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti IPB, dalam hal riset dan pengembangan sektor pangan, pertanian, dan lainnya,” jelas Menteri Maman.

Selain itu, Menteri Maman mengingatkan agar riset dan pengembangan yang dilakukan tetap berada dalam ranah bisnis yang jelas (Business to Business) sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

Sumber : Umkm.go.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Akses Nagan Raya–Aceh Tengah Mulai Terbuka, Jembatan Darurat Bisa Dilalui Kendaraan Roda Dua

Berita Unggulan

28.120 Jemaah Haji Reguler Sudah Lunasi Biaya Haji 1446 H, Siap Berangkat!

Berita Unggulan

Jelang Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Uji Petik Kapal Penumpang di Banyuwangi

Berita Unggulan

Sosialisasi Pariwisata di Wisata Candi Banyunibo

Berita Unggulan

GKR Hemas Apresiasi Pelayanan Publik Sleman: Puskesmas hingga MPP Sudah Maju
Kisah Dua Kembar Siswa MAN Serdang Bedagai: Hobi Menulis dengan Segudang Karya dan Prestasi

Pendidikan

Kisah Dua Kembar Siswa MAN Serdang Bedagai

Berita Unggulan

Seluruh Kuota Haji Khusus 1446 H/2025 M Telah Terisi.

Berita Unggulan

Pemkab Sleman dan BPJS Cairkan JHT Rp3,9 Miliar untuk 989 Pekerja PT Mataram Tunggal Garment