Breaking News

Home / Berita Unggulan / Pendidikan

Selasa, 18 Februari 2025 - 14:37 WIB

Ramuan Herbal Panjang Umur yang Ternyata Terbukti Ilmiah: Dari Keraton hingga Laboratorium Modern!

Temukan diet terbaik untuk mencegah penuaan dini dan menjaga kulit tetap awet muda. Pelajari manfaat diet Mediterania, puasa intermiten, dan lainnya.. foto :  apt.Ike Ari Priyanti S.Si, M.M, M.Farm , Ahli kesehatan dan farmasi

Temukan diet terbaik untuk mencegah penuaan dini dan menjaga kulit tetap awet muda. Pelajari manfaat diet Mediterania, puasa intermiten, dan lainnya.. foto : apt.Ike Ari Priyanti S.Si, M.M, M.Farm , Ahli kesehatan dan farmasi

Kilasinformasi, 18 Februari 2025 – Apa yang selama ini kita dengar tentang ramuan-ramuan tradisional untuk panjang umur bukanlah sekadar mitos belaka. Di balik cerita turun-temurun yang disampaikan oleh para tabib kuno, ilmu pengetahuan modern kini membuktikan bahwa tanaman herbal seperti temulawak, secang, pegagan, dan pasak bumi memiliki khasiat luar biasa yang dapat memperlambat penuaan dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Bahkan di sebuah desa kecil di Yogyakarta, seorang nenek berusia 92 tahun tetap tampak sehat dan bugar, aktif berjalan setiap pagi tanpa tanda-tanda penuaan yang mencolok. “Setiap pagi, saya minum rebusan secang dan temulawak,” ujar nenek itu, memberikan petunjuk tentang rahasia panjang umurnya.

Apakah ini hanya cerita rakyat atau benar adanya? Penelitian ilmiah kini mulai mengungkapkan fakta yang mengejutkan bahwa ramuan herbal adaptogen memang dapat menjaga tubuh tetap sehat, pikiran tetap jernih, dan kulit tetap awet muda. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang tanaman yang telah digunakan turun-temurun ini.

Baca juga, Kilasinformasi : Rahasia Awet Muda dan Panjang Umur: Mengungkap Kekuatan Usus Sehat untuk Hidup Lebih Lama

Temulawak dan Secang: Rahasia Para Putri Keraton yang Kini Terbukti Secara Ilmiah

Di Keraton Yogyakarta dan Surakarta, para putri raja sejak zaman dahulu sudah meracik wedang uwuh—minuman herbal dari kayu secang, temulawak, dan jahe merah—sebagai rahasia untuk menjaga kecantikan dan kesehatan mereka. Menurut tabib keraton, minuman ini dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan hati, dan membuat kulit tetap bercahaya.

Kini, para ilmuwan membuktikan mengapa ramuan ini begitu berkhasiat. Temulawak, yang mengandung senyawa xanthorrhizol, terbukti memiliki efek anti-inflamasi dan melindungi hati dari racun, sementara secang mengandung brazilin, antioksidan yang mampu memperlambat penuaan sel dan menangkal radikal bebas.

Pegagan: Ramuan Anti-Aging dari India yang Kini Populer di Dunia Medis

Pegagan (Centella asiatica), yang dikenal sebagai “ramuan dewa” di India, ternyata memiliki khasiat yang sangat luar biasa. Dalam dunia pengobatan Ayurveda, pegagan telah digunakan berabad-abad lamanya untuk meningkatkan daya ingat dan memperkuat daya tahan tubuh.

Baca Juga:  Wabup Danang Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Ajak Masyarakat Sleman Rutin Berolahraga

Pada tahun 2013, Dr. Douglas Fields dari Harvard Medical School mengungkapkan bahwa pegagan dapat meningkatkan fungsi otak dan regenerasi sel saraf. Studi juga menunjukkan bahwa pegagan mengandung asiaticoside, senyawa yang merangsang produksi kolagen dan mempercepat penyembuhan luka.

Selain itu, penelitian di Korea juga membuktikan bahwa pegagan dapat memperlambat penuaan otak dan dapat menjadi terapi alami untuk Alzheimer. Kini, ekstrak pegagan menjadi bahan populer dalam produk anti-aging dan perawatan kulit yang mengutamakan elastisitas kulit.

Pasak Bumi dan Ginseng Jawa: Tanaman Adaptogen yang Bikin Tubuh Lebih Bertenaga

Di luar sana, banyak yang mengenal ginseng dari Korea atau Amerika sebagai tanaman adaptogen, tetapi di Indonesia kita memiliki versi tropis yang tidak kalah hebat, yakni pasak bumi (Eurycoma longifolia) dan ginseng Jawa (Talinum paniculatum).

Pasak bumi telah lama digunakan sebagai afrodisiak, namun sedikit yang tahu bahwa tanaman ini juga memiliki kemampuan adaptogen yang kuat. Penelitian di Jerman menunjukkan bahwa ekstrak pasak bumi dapat meningkatkan kadar testosteron secara alami, yang membantu mempertahankan massa otot dan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.

Baca juga, Kilasinformasi :Rahasia Umur Panjang: Mengapa Mereka Bisa Hidup Lebih Lama?

Sementara itu, ginseng Jawa, yang mengandung saponin dan flavonoid, berperan dalam meningkatkan stamina tubuh dan mengurangi stres oksidatif, yang sangat penting dalam mencegah penuaan dini.

Ramuan Tradisional yang Terbukti Mengatasi Penuaan Sel

Dari temulawak yang diyakini mampu menjaga kesehatan hati hingga pasak bumi yang mendongkrak stamina, kita kini tahu bahwa ramuan tradisional ini bukan hanya sekadar mitos. Berdasarkan penelitian ilmiah terbaru, tanaman adaptogen dan anti-aging yang telah digunakan oleh nenek moyang kita terbukti efektif dalam memperlambat penuaan sel.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa temulawak, secang, pegagan, pasak bumi, dan ginseng Jawa memiliki manfaat luar biasa dalam meningkatkan kesehatan tubuh dan memperpanjang usia. Oleh karena itu, mengapa tidak mulai mencoba menggunakan tanaman-tanaman herbal ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat kita?

Penulis : apt.Ike Ari Priyanti S.Si, M.M, M.Farm , Ahli kesehatan dan farmasi

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Gus Ipul Hadiri Peluncuran Cek Kesehatan Gratis: Kado Ulang Tahun Presiden Prabowo untuk Lansia

Agama

MTQ ke-31 Kota Yogya Digelar Sabtu 27 September 2025, Angkat Isu Lingkungan dan Promosi Halal Food

Berita Unggulan

Satu Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Cetak 480 Ribu Hektare Sawah Baru

Berita Unggulan

Polri Tuntaskan 3.326 Kasus Premanisme Lewat Operasi Serentak

Berita Unggulan

Pencapaian Luar Biasa Bulog: Serapan Gabah Tahun Ini Meningkat Hingga 2000 Persen

Berita Unggulan

Pasar Murah Di Kemantren Wirobrajan Sediakan Kebutuhan Bahan Pokok 40 Ton

Berita Unggulan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi Lantik Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii Sebagai Kepala Basarnas

Berita Unggulan

Retret Tahap II, Gus Ipul Dengar Kisah Haru Kepala Sekolah Rakyat yang Pernah Hidup Miskin