Breaking News

Home / Berita Unggulan / Favorite / Nasional / Pemerintah

Senin, 26 Januari 2026 - 19:10 WIB

Aduan WNI ke KBRI Phnom Penh Menurun, 122 Laporan Tercatat dalam Sehari

Aduan WNI ke KBRI Phnom Penh menurun menjadi 122 laporan per hari, meski total kasus dan upaya pemulangan tetap terus ditangani. foto: KBRi Phnom Penh

Aduan WNI ke KBRI Phnom Penh menurun menjadi 122 laporan per hari, meski total kasus dan upaya pemulangan tetap terus ditangani. foto: KBRi Phnom Penh

Jakarta, Nasionalku.com – Jumlah aduan warga negara Indonesia (WNI) yang datang melapor ke KBRI Phnom Penh menunjukkan tren penurunan. Meski begitu, kewaspadaan dan penguatan penanganan kasus tetap menjadi prioritas utama perwakilan RI di Kamboja.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mencatat penurunan jumlah WNI yang datang melapor secara langsung. Pada Sabtu, 24 Januari 2026, tercatat sebanyak 122 WNI yang melaporkan diri ke KBRI, menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari 200 aduan per hari.

Informasi tersebut disampaikan KBRI Phnom Penh melalui keterangan resmi pada Minggu, 25 Januari 2026. Meski terjadi penurunan, KBRI menegaskan tetap waspada dan terus memperkuat upaya penanganan laporan serta perlindungan terhadap WNI.

Dalam periode 16 hingga 24 Januari 2026, total sebanyak 2.277 WNI tercatat telah melaporkan diri secara langsung ke KBRI Phnom Penh untuk meminta bantuan pemulangan ke Indonesia. Jumlah tersebut menjadi bagian dari peningkatan signifikan penanganan kasus WNI di wilayah Kamboja.

Untuk mendukung proses tersebut, tim bantuan dari Kementerian Luar Negeri RI serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI telah tiba di Phnom Penh pada 24 Januari 2026. Tim ini bertugas membantu pendataan, melakukan penilaian kasus, serta menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.

Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Skema Hunian hingga Penyesuaian APBD untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Bagi WNI yang membutuhkan tempat tinggal sementara sebelum kepulangan, KBRI telah berkoordinasi dengan otoritas setempat di Kamboja untuk menyediakan fasilitas penampungan sementara. Fasilitas tersebut dilengkapi berbagai kebutuhan dasar dan berfungsi untuk menjaga keamanan WNI sekaligus mempermudah proses pendataan dan administrasi.

KBRI Phnom Penh menyatakan, keberadaan fasilitas penampungan ini memungkinkan proses penilaian kasus dan penerbitan dokumen perjalanan dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan aman. Seluruh upaya tersebut diarahkan agar pemulangan WNI dapat dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, KBRI juga mengimbau para WNI agar terus menjalin komunikasi dengan keluarga di Indonesia guna memperoleh dukungan selama proses kepulangan berlangsung.

Sepanjang tahun 2025, KBRI Phnom Penh telah menangani sebanyak 5.088 kasus WNI, dengan rata-rata 15 hingga 30 kasus per hari. Angka tersebut sempat melonjak tajam dalam sepekan terakhir, ketika jumlah aduan mencapai 520 kasus baru hanya dalam satu hari.

sumber: Infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Siswa MAN 2 Kota Malang Raih The Best Male Participant of Junior Category di Istanbul Youth Summit 2025

Berita Unggulan

Grand Final Jogja Fashion Parade 2025 Tampilkan Inovasi Batik dan Lurik Sleman, Ini Daftar Pemenangnya
Pelunasan Haji Khusus 2025: Hampir 50% Kuota Terisi

Berita Unggulan

Pelunasan Haji Khusus 2025: Hampir 50% Kuota Terisi Batas Pelunasan Hingga 7 Februari

Berita Unggulan

Pelatih Legendaris Liga 1 Mundur! 8 Tahun,3 Gelar,118 Kemenangan.

Nasional

Tegas! Kementerian ATR/BPN Setujui Pagu Anggaran 2025 Setelah Efisiensi, Jadi Rp4,4 Triliun!

Nasional

Menhub Dudy Pastikan Arus Mudik di Pelabuhan Merak Terkendali Tanpa Penumpukan Kendaraan

Berita Unggulan

Kemkomdigi Dalami Dugaan Penyalahgunaan Grok AI untuk Konten Asusila di Platform X

Berita Unggulan

PSSI Gelar National Coaching Conference 2025, Ratusan Pelatih Siap Kembali ke Kelas