Breaking News

Home / Berita Unggulan / Bisnis / Ekonomi / Nasional

Rabu, 26 November 2025 - 12:46 WIB

Cau Chocolates Ekspor Perdana 10 Ton Cokelat Bali, Siap Mantapkan Langkah di Pasar Global

Cau Chocolates ekspor perdana 10 ton cokelat Bali ke Australia dan Polandia, perluas pasar global dengan produk premium dan kemitraan petani lokal. Foto: indopublik.id

Cau Chocolates ekspor perdana 10 ton cokelat Bali ke Australia dan Polandia, perluas pasar global dengan produk premium dan kemitraan petani lokal. Foto: indopublik.id

Tabanan, nasionalku.com – Upaya memperkuat posisi cokelat Bali di pasar dunia semakin nyata setelah Cau Chocolates berhasil menuntaskan ekspor perdananya pada 2025. Perusahaan olahan kakao asal Tabanan ini mengirimkan sekitar 10 ton produk cokelat ke Australia dan Polandia, menjadi tonggak penting dalam perjalanan mereka menembus pasar global.

CEO Cau Chocolates, I Kadek Surya Prasetya Wiguna, menjelaskan bahwa ekspor tersebut merupakan hasil proses panjang yang dimulai dari berbagai uji pasar ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Produk andalan yang dikirim berupa dark chocolate organik, yang selama ini dikenal dengan kualitas premium dan telah mendapat pengakuan pasar internasional.

Menurut Surya, tantangan terbesar dalam melebarkan sayap ke berbagai negara adalah perbedaan regulasi ekspor–impor. Setiap negara memiliki standar yang berbeda, mulai dari keamanan pangan, pengelolaan gudang, hingga administrasi perizinan. “Aturan tiap negara itu unik dan kadang rumit. China, misalnya, memiliki standar masuk yang sangat ketat. Semua harus dipenuhi secara presisi,” ujarnya.

Australia menjadi pasar yang dinilai paling potensial, bukan hanya karena permintaan cokelatnya tinggi, tetapi juga karena banyaknya wisatawan Australia yang berkunjung ke Bali. Konektivitas penerbangan pun dimanfaatkan untuk menekan biaya kirim, sebab produk bisa ikut dikirim melalui kargo pesawat yang pulang dari Bali ke Australia.

Baca Juga:  KELURAHAN WARUNGBOTO HADIRKAN SEDEKAH BUMI DALAM KIRAB PAMONG SE-DIY, MERIAHKAN MANGAYUBAGYA KE-80 YUSWO DALEM SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO KE X

Saat ini, kontribusi ekspor bagi omzet Cau Chocolates baru sekitar lima persen. Namun Surya menargetkan angka tersebut bisa meningkat hingga 50 persen dalam beberapa tahun mendatang. Untuk mencapai itu, perusahaan tengah membangun pabrik baru dengan kapasitas produksi mencapai dua ton per bulan—naik signifikan dari kapasitas sebelumnya di angka 500 kilogram per bulan.

Dengan fasilitas baru tersebut, Cau Chocolates diproyeksikan mampu menyerap 700–800 ton biji kakao kering per tahun dari petani. Saat ini mereka telah bermitra dengan 12 kelompok tani di Bali dengan total 600 hektare lahan. Pendampingan intensif diberikan untuk memastikan kualitas biji kakao tetap terjaga dan memenuhi standar ekspor.

“Kami fokus membangun sektor hulu bersama petani. Pasokan berkualitas harus terjamin supaya industri ini bisa tumbuh berkelanjutan,” kata Surya.

Dengan strategi ekspansi yang semakin matang dan peningkatan kapasitas produksi, Cau Chocolates optimistis dapat membawa cokelat Bali menjadi produk unggulan yang bersaing di pasar internasional. Perusahaan berharap langkah ini tidak hanya memperkuat industri cokelat lokal, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani kakao di Bali.

Sumber: infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Gubernur Khofifah Resmi Buka Porprov IX Jatim 2025 di Malang, Meriah Meski Diguyur Hujan

Nasional

175 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Mayoritas Karena Penyakit Jantung

Berita Unggulan

Menjelajahi Keindahan Kebun Teh Kemuning di Puncak Ngargoyoso, Karanganyar

Berita Unggulan

Tim SAR Intensifkan Pencarian Korban Banjir dan Longsor di Sibolga–Tapteng, Komdigi Dirikan Posko Informasi

Agama

Wamenag Pastikan Seluruh Santri Dapat Akses Program Makan Bergizi Gratis

Berita Unggulan

Lawan Abrasi, Batang Genjot Penanaman Mangrove di Pesisir Sigandu

Berita Unggulan

Ernando Ari Optimistis Persebaya Bangkit Hadapi PSBS Biak

Nasional

Gus Ipul Pastikan Mutasi Pegawai Kemensos Bebas Suap, Ini Penjelasannya!