Breaking News

Home / Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 07:36 WIB

Dinas Pariwisata DIY Gelar Sosialisasi Pariwisata Ramah Muslim 2026 di Kawasan Alun-Alun Utara

YOGYAKARTA | NasionalKu.com – Dalam upaya memperkuat posisi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi inklusif, Dinas Pariwisata DIY menyelenggarakan agenda “Sosialisasi Pariwisata Ramah Muslim 2026”. Acara ini dilaksanakan pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Gedung PDHI, Jl. Alun-Alun Utara, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta.

                           Foto : istimewa

Pemilihan lokasi yang berada di jantung budaya Yogyakarta ini menjadi simbolis, mengingat salah satu materi utama berkaitan erat dengan sejarah Mataram Islam. Acara dibuka secara resmi oleh jajaran pimpinan Dinas Pariwisata DIY dengan menghadirkan para pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi perhotelan hingga pengelola desa wisata.

Fokus Kebijakan dan Standar Layanan

Sosialisasi ini menghadirkan empat narasumber pakar untuk memberikan pemahaman komprehensif bagi para pelaku industri:

Bapak Rifki Listianto, S.Si., M.Sc. (DPRD DIY): Menekankan pentingnya kebijakan pemerintah daerah dalam memayungi sektor pariwisata ramah muslim agar memiliki landasan hukum yang kuat.

                        Foto : istimewa

Bapak Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi (MES DIY/UGM): Membedah capaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 serta implementasi 3 layanan dasar sesuai regulasi Kemenparekraf 2024.

Baca Juga:  Kementerian PU Bangun Bendungan Cibeet dan Cijurey untuk Atasi Banjir di Bekasi dan Karawang

Mengangkat Tren Dunia dan Sejarah Lokal

Selain aspek teknis, para peserta juga diajak melihat peluang pasar global dan kekayaan historis Yogyakarta:

Bapak Dr. Revianto Budi Santosa (Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Sleman): Memaparkan data mengenai peningkatan tren wisata ramah muslim di kancah dunia yang harus ditangkap sebagai peluang ekonomi.

                          Foto : istimewa

Bapak Irfan Afifi (Budayawan): Mengulas potensi wisata melalui jejak peninggalan Kerajaan Mataram Islam dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai daya tarik wisata religi dan sejarah yang unik.

Sinergi Pelaku Pariwisata

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB ini diikuti secara antusias oleh perwakilan dari PHRI, ASITA, ASTINDO, PUTRI, HPI, serta anggota Pokdarwis dari berbagai wilayah di Yogyakarta.

                          Foto : istimewa

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini di Gedung PDHI, diharapkan para pelaku pariwisata yang hadir dapat langsung merasakan atmosfer sejarah dan segera mengimplementasikan standar pelayanan ramah muslim guna meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

(Red / Handoko a.w)

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Pelaku Konveksi Wajib Baca! Rama Sahid Ungkap Cara Bertahan dan Laris di 2026

Berita Unggulan

Hujan Deras Disertai Angin, Warga Sleman Diimbau Waspada Pohon Tumbang!

Berita Unggulan

Wonderful Indonesia Wellness 2025, Merawat Dunia dan Memulihkan Jiwa

Berita Unggulan

Wabup Sleman Hadiri Dialog Beasiswa Sleman Pintar, Orang Tua dan Mahasiswa Antusias

Berita Unggulan

STIE Widya Wiwaha Dampingi KWT Tirta Rahayu Grojogan, Hasilkan Inovasi Olahan Sayur hingga Pemasaran Digital

Daerah

Polres Batang Bina 7 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran

Berita

BBWSSO Tutup Akses bagi Jurnalis, Bentuk Baru Arogansi Kekuasaan?

Agama

Pengurus FKUB Periode 2025-2030 Sleman Resmi Dikukuhkan