Aceh, Nasionalku.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar melaksanakan kegiatan trauma healing bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya yang terdampak bencana banjir. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya pada aspek psikologis anak-anak.
Ketua DWP Kemenag Aceh Besar, Yasmaidar, menegaskan bahwa trauma healing merupakan langkah penting untuk membantu siswa bangkit dari pengalaman traumatis akibat bencana alam. Anak-anak dinilai sebagai kelompok paling rentan saat menghadapi situasi darurat seperti banjir.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu anak-anak kembali ceria, mengurangi rasa takut, serta menumbuhkan semangat untuk kembali belajar,” ujar Yasmaidar saat kegiatan berlangsung di Pidie Jaya, Minggu (4/1/2026).
Trauma healing dikemas dengan pendekatan ramah anak, mulai dari permainan edukatif, tanya jawab interaktif, lantunan shalawat, hingga pendampingan psikologis yang disesuaikan dengan usia siswa. Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana aman dan nyaman agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka secara alami.
“Pemulihan trauma tidak harus selalu serius. Metode yang menyenangkan justru membantu anak merasa lebih rileks dan perlahan memulihkan luka batin akibat bencana,” kata Yasmaidar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin, bersama para kepala seksi, kepala madrasah, serta pengurus dan anggota DWP Kemenag Aceh Besar. Saifuddin mengapresiasi keterlibatan aktif DWP dalam mendukung pemulihan pascabencana di lingkungan madrasah.
Menurut Saifuddin, pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada kesehatan mental siswa. Trauma yang tidak ditangani dengan baik berpotensi mengganggu proses belajar anak dalam jangka panjang.
“Membersihkan lumpur dan memperbaiki fasilitas itu penting, tetapi memulihkan mental anak-anak sama pentingnya. Trauma healing ini membantu mereka agar tidak terus dihantui rasa takut,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Kemenag Aceh Besar untuk terus hadir mendampingi madrasah dan peserta didik yang terdampak bencana banjir yang melanda Aceh pada akhir November 2025, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun dukungan psikososial.
“Kami berharap siswa MIN 4 Pidie Jaya bisa kembali percaya diri, semangat belajar, dan menjalani aktivitas pendidikan seperti sediakala,” tambahnya.
Selain trauma healing, DWP Kemenag Aceh Besar bersama Kemenag Aceh Besar Peduli juga menyalurkan bantuan berupa perlengkapan ibadah, Al-Qur’an, buku Iqra dan Yasin, peralatan tulis, serta susu dan makanan ringan bagi siswa. Kegiatan ini dirangkai dengan kerja bakti membersihkan lingkungan MIN 4 Pidie Jaya pascabanjir.
sumber: kemenag




















