Breaking News

Home / Berita / Berita Unggulan / Budaya / Favorite / Nasional

Selasa, 11 November 2025 - 05:49 WIB

Film AI ‘Diponegoro Hero’ Tampilkan Cara Baru Mengenang Pahlawan di Yogyakarta

Film Diponegoro Hero dibuat sepenuhnya dengan AI dan diputar di Yogyakarta saat Hari Pahlawan, hadirkan cara baru mengenang sejarah bangsa. foto: warta.jogjakota.go.id

Film Diponegoro Hero dibuat sepenuhnya dengan AI dan diputar di Yogyakarta saat Hari Pahlawan, hadirkan cara baru mengenang sejarah bangsa. foto: warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Nasionalku.com – Suasana Taman Budaya Embung Giwangan, Senin (10/11/2025), terasa berbeda dari biasanya. Deretan penonton tampak antusias menyaksikan film berjudul Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa. Namun yang membuatnya spesial bukan hanya kisah sejarah yang diangkat, melainkan cara film ini dibuat—seluruhnya menggunakan teknologi AI.

Film yang menggabungkan sejarah dan teknologi ini menjadi simbol baru peringatan Hari Pahlawan di Kota Yogyakarta. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang turut hadir, menyebut film tersebut sebagai terobosan luar biasa di dunia perfilman lokal.

“Film ini luar biasa karena menggabungkan semangat kepahlawanan dengan teknologi modern. Ini menunjukkan bahwa AI bisa dimanfaatkan untuk karya kreatif yang bermakna,” kata Wawan.

Wawan menilai pemanfaatan AI membuka peluang besar bagi generasi muda Yogyakarta yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Ke depan, animasi dan film berbasis AI bisa menjadi sesuatu yang berkembang pesat dan bersaing secara global,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah pusat, dukungan terhadap karya berbasis teknologi juga datang dari Direktur Direktorat Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah Agam. Ia menegaskan bahwa AI seharusnya tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan peluang untuk berkembang.

Baca Juga:  Mendes Yandri Susanto Gandeng TNI dan BGN Percepat Pembangunan Desa untuk Ketahanan Pangan dan MBG

“Kita tidak perlu takut dengan AI. Sama seperti waktu munculnya ojek online dulu, banyak yang menolak, tapi akhirnya justru membawa manfaat besar,” ungkapnya.

Menurutnya, teknologi AI dapat membuat proses produksi film lebih cepat dan hemat biaya.

“Produksi animasi konvensional bisa menelan biaya puluhan miliar rupiah, sedangkan dengan AI bisa jauh lebih efisien tanpa menurunkan kualitas,” jelas Syaifullah.

Namun, ia juga menyoroti pentingnya menjaga aspek hak kekayaan intelektual (HAKI) agar inovasi tidak melanggar etika dan aturan yang berlaku.

“Kita harus tetap memperhatikan HAKI, tapi jangan sampai rasa takut itu menghentikan kita untuk berinovasi,” tegasnya.

Produser film Diponegoro Hero, King Bagus, menyebut proyek ini sebagai bentuk eksperimen kreatif yang ingin membawa semangat kepahlawanan ke generasi digital.

“AI bukan ancaman. Justru lewat teknologi ini, kami bisa memperkenalkan kisah perjuangan Pangeran Diponegoro ke dunia dengan cara yang baru dan relevan,” ujar King.

Film ini bukan sekadar hiburan, tapi juga pesan tentang bagaimana semangat pahlawan bisa terus hidup lewat teknologi. Di era digital seperti sekarang, perjuangan bisa diwujudkan bukan hanya di medan perang, tapi juga lewat karya dan inovasi.

sumber: warta.jogjakota.go.id

Share :

Baca Juga

Berita

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Alma Ata Lakukan Pendampingan Digitalisasi UMKM di Desa Trisobo

Berita Unggulan

Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Penuaan Dini: Puasa Intermiten dan Autophagy Sebagai Solusi Alami

Berita Unggulan

Akhir Pekan Seru! Mandiri Live & Loud Siap Guncang Garuda Store & Garuda Cafe

Berita

Google Merilis AI Generasi Baru untuk Gmail dan Cloud Software

Berita Unggulan

44 Tahun Berkarya, Sanggar Putra Budaya Batang Apresiasi 88 Penari Lewat Pagelaran Tari

Nasional

BUKBER DAN TUKAR KADO WARNAI HARI BESAR STAF SEKRETARIAT DPP PARTAI HANURA   ” Suasana Kebersamaan Menguatkan Silaturahmi Jelang Idul Fitri’

Agama

Zikir Akbar Nasional di Medan, Menag Tekankan Peran Tarekat Naqsabandiyah Jaga Perdamaian Umat

Berita Unggulan

Pengusaha UMKM: Simbol Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi