Breaking News

Home / Berita Unggulan / Budaya

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:00 WIB

GKR Bendara: Jogja Bisa Jadi Pusat Wellness Nasional

Jogja Cultural Wellness Festival 2025 hadirkan perpaduan budaya, healing, dan pariwisata berkelanjutan. Ikon baru Jogja siap mendunia. Foto: Istimewa

Jogja Cultural Wellness Festival 2025 hadirkan perpaduan budaya, healing, dan pariwisata berkelanjutan. Ikon baru Jogja siap mendunia. Foto: Istimewa

VoiceJogja, Yogyakarta — Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat inovasi pariwisata Indonesia melalui Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025, sebuah perhelatan yang menyatukan konsep kesehatan holistik (wellness), kekayaan budaya, serta gerakan komunitas lokal.

Festival yang akan berlangsung sepanjang November 2025 ini diinisiasi oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY sekaligus Putri Keraton Yogyakarta, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Tidak hanya menjadi ajang hiburan, JCWF hadir sebagai strategi kebudayaan yang menempatkan wellness sebagai bagian dari identitas baru pariwisata Yogyakarta.

Gerakan Akar Rumput yang Mendunia

GKR Bendara menjelaskan bahwa ide JCWF berangkat dari realitas yang ia temukan dua tahun lalu. “Saya terkejut, ternyata komunitas wellness di Jogja sangat banyak. Tapi sayangnya, mereka belum terkoneksi dengan industri pariwisata,” ujarnya saat konferensi pers di Ndalem Poenakawan, Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 71, Yogyakarta.

Menurutnya, festival ini bukan program yang dibuat dari atas ke bawah, melainkan gerakan yang tumbuh dari energi komunitas. “Kami ingin menampilkan kekuatan masyarakat, bukan hanya budaya Keraton. Harapannya, festival ini bisa memperpanjang masa tinggal wisatawan dan memberi warna baru bagi pariwisata Indonesia,” tambahnya.

Program Tematik yang Berlapis

JCWF 2025 mengusung konsep Tematik Weekend, di mana setiap Sabtu dan Minggu terakhir di bulan November akan diisi dengan ragam kegiatan yang mempertemukan dimensi kesehatan fisik, mental, dan spiritual:

Workshop & Mini Class — Belajar budaya, mental health, serta prinsip keberlanjutan langsung dari praktisi dan narasumber berpengalaman.

Baca Juga:  Kapolda DIY Lakukan Panen Jagung dan Serahkan Alat Mesin Pertanian di Kulon Progo

Travel Healing Space — Terapi penyembuhan, meditasi terpandu, dan sesi relaksasi untuk pengunjung.

Marketplace Komunitas — Produk UMKM lokal, kuliner sehat, kerajinan tangan, dan ramuan herbal tradisional.

Instalasi Seni & Musik — Kolaborasi seniman lokal dan internasional menciptakan ruang interaksi artistik.

Foto: Istimewa

Tiket Masuk Bernilai Lingkungan

Salah satu terobosan unik JCWF adalah sistem tiket masuk non-uang. Tahun lalu, pengunjung dapat masuk dengan menukarkan 7 botol plastik bersih, dan skema ini akan kembali diberlakukan. Inovasi ini bukan sekadar gimmick, tetapi simbol nyata komitmen festival terhadap keberlanjutan lingkungan dan circular economy.

Kolaborasi Lintas Wilayah

Tahun ini, JCWF masuk dalam kalender resmi Wonderful Indonesia dan akan menjadi ruang kolaborasi antara Keraton Yogyakarta, Keraton Solo, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri pariwisata. Dukungan lintas sektor ini memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat gerakan wellness nasional, dengan visi jangka panjang untuk menjadi destinasi berkelas dunia.

Puncak Festival dan Hari Wellness Nasional

Puncak festival akan berlangsung pada 1 November 2025, yang sekaligus akan ditetapkan sebagai Hari Wellness Nasional. Penetapan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan industri wellness di Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional.

“Kami ingin dunia mengenal Jogja bukan hanya karena Candi Prambanan atau gudeg, tapi juga sebagai tempat penyembuhan yang sesungguhnya — bagi tubuh dan jiwa,” pungkas GKR Bendara, Ketua BPPD DIY.

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Indonesia dan Rusia Sepakat Perluas Kerja Sama Digital dan Konektivitas

Berita Unggulan

Walikota Yogyakarta Dukung Program – Program Kawal Indonesia
Pelunasan Haji Khusus 2025: Hampir 50% Kuota Terisi

Berita Unggulan

Pelunasan Haji Khusus 2025: Hampir 50% Kuota Terisi Batas Pelunasan Hingga 7 Februari

Berita Unggulan

Presiden Brasil Lula da Silva Disambut Meriah di Istana Merdeka, Simbol Eratnya Persahabatan Indonesia–Brasil

Berita Unggulan

Prabowo Dukung Pembentukan Klub Sepak Bola Amatir di Daerah

Berita Unggulan

KKMP Demangan Perkenalkan Batik Segoro Amarto Reborn dengan Zat Pewarna Alam pada HUT ke 269 Kota Yogyakarta

Berita Unggulan

Pemkab Sleman Salurkan BLT DBHCHT Rp700 Ribu kepada 1.200 Karyawan PT Mitra Adi Jaya

Berita Unggulan

Gubernur DIY Serahkan 222 Serat Palilah, Berikan Kepastian Hukum Pemanfaatan Sultan Ground