Breaking News

Home / Berita Unggulan / Nasional

Minggu, 6 Juli 2025 - 09:50 WIB

Insiden Juliana di Rinjani Berpotensi Dibahas Presiden RI–Brasil di KTT BRICS

Menko Yusril sebut insiden Juliana bisa dibahas di KTT BRICS, meski belum ada nota diplomatik dari Brasil. Foto: infopublik/Dok SAR Mataram

Menko Yusril sebut insiden Juliana bisa dibahas di KTT BRICS, meski belum ada nota diplomatik dari Brasil. Foto: infopublik/Dok SAR Mataram

Tragedi meninggalnya wisatawan Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani, membuka peluang untuk dibicarakan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Brasil di sela KTT BRICS 2025. Namun, Menko Yusril menegaskan belum ada nota diplomatik resmi dari Brasil terkait kasus tersebut.

Isuenasional, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan adanya kemungkinan insiden meninggalnya Juliana Marins, warga negara Brasil, dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS pada 6–7 Juli 2025 di Rio de Janeiro, Brasil.

“Kita dengar nanti, mungkin ada pembicaraan di sela-sela bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Brasil,” kata Yusril dalam keterangan resmi, Jumat (4/7/2025).

Namun, Yusril menegaskan bahwa pemerintah Indonesia belum pernah menerima nota diplomatik resmi dari Brasil terkait insiden yang menewaskan Juliana di Gunung Rinjani, NTB, pada 23 Juni lalu. Pemerintah Brasil hanya mengirimkan pesawat angkatan udaranya ke Bali untuk mengevakuasi jenazah.

Baca Juga:  Program PBI JKN dan Perubahan Status Peserta BPJS Kesehatan

“Tidak ada komplain atau pertanyaan resmi dari Pemerintah Brasil sejauh ini,” ujarnya.

Yusril mengakui adanya pernyataan dari keluarga Juliana dan lembaga pembela HAM Brasil, The Federal Public Defender’s Office of Brazil (FPDO), namun ia memaklumi karena situasi duka.

“FPDO di Brasil perannya mirip dengan Komnas HAM di Indonesia. Wajar bila mereka bersuara. Kami paham itu,” jelasnya.

Terkait kemungkinan Presiden Prabowo bertemu dengan FPDO atau keluarga korban, Yusril menyebut hal tersebut tidak dalam ranah diplomatik formal. “Kalau bertemu keluarga, itu urusan pribadi Presiden. Kami belum terima permintaan seperti itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Juliana Marins (27) dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan jatuh di sekitar titik Cemara Nunggal, Gunung Rinjani. Tim SAR gabungan menemukan korban pada Senin (23/6/2025) pukul 07.05 WITA, sekitar 500 meter dari titik jatuh awal.

“Survivor ditemukan menggunakan drone thermal,” ungkap Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi.

Sumber:infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Haji 2025: 98,86% Kuota Reguler Sudah Terisi.

Berita Unggulan

KPK Masuki Era Digital, Gunakan AI untuk Berantas Korupsi

Nasional

Menhub Dudy Tegaskan Peran Pemda dalam Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2025

Berita Unggulan

Kolaborasi Pariwisata DIY: Budaya Lokal Dibangkitkan Lewat Teknologi

Berita Unggulan

Juara Sejarah! Indonesia Menang Besar di Badminton Asia Mixed Team Championships 2025, Kalahkan Tuan Rumah China

Berita Unggulan

Temu Hati Anak Sleman 2025: Pemkab Sleman Kembangkan Potensi Generasi Muda

Berita Unggulan

Arah Indonesia Digital Dideklarasikan, Pemerintah Mulai Babak Baru Transformasi Digital 2025–2029

Berita Unggulan

Temanggung Gelar Lomba Poster Digital untuk Perkuat Pendidikan Antikorupsi