Breaking News

Home / Berita Unggulan / Daerah

Selasa, 18 Maret 2025 - 04:11 WIB

KKP Percepat Revitalisasi Tambak Pantura

KKP terus mempercepat revitalisasi tambak Pantura dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. foto : KKP

KKP terus mempercepat revitalisasi tambak Pantura dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. foto : KKP

Kilasinformasi.com, 18 Maret 2025, – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) semakin mantap melangkah dalam revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan melakukan langkah-langkah penting, termasuk menggelar konsultasi publik (konblik) tahap I berupa Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Langkah ini diambil untuk memastikan program revitalisasi tambak tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, mengungkapkan bahwa KLHS merupakan tahapan krusial dalam perizinan penggunaan lahan kehutanan untuk program revitalisasi ini. Proses KLHS ini bertujuan untuk memastikan bahwa program ini sejalan dengan prinsip ekonomi biru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, tanpa merusak ekosistem pesisir yang sangat vital.

“KLHS merupakan instrumen penting dalam memastikan bahwa revitalisasi tambak Pantura Jawa akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, dengan tetap mempertimbangkan aspek ekonomi biru,” ujar Tebe, sapaan akrabnya, dalam siaran pers resmi KKP di Jakarta.

Baca Juga, Kilasinformasi : KKP Dorong Perlindungan Ekosistem Laut dan Pesisir di Luar Kawasan Konservasi

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) ini dilakukan secara menyeluruh, sistematis, dan partisipatif untuk memastikan bahwa program revitalisasi tambak tidak hanya meningkatkan produktivitas tambak, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologis dan sosial yang sangat penting untuk keberlanjutan masa depan.

Potensi Besar dengan Tantangan Lingkungan

Tambak di sepanjang Pantura Jawa memiliki potensi yang sangat besar, namun tidak dapat dipungkiri bahwa tambak-tambak tersebut juga menghadapi berbagai tantangan besar, baik dari sisi lingkungan, tata kelola, maupun ekonomi. Banyak tambak yang kini tidak produktif atau bahkan dibiarkan terbengkalai. Praktik budidaya yang masih menggunakan metode tradisional dan terbatasnya fasilitas penunjang seperti sistem pengolahan air limbah (IPAL) dan tangki penyimpanan air (tandon), membuat tambak rentan terhadap serangan penyakit dan memiliki produktivitas yang sangat rendah, hanya sekitar 0,6 ton/ha/tahun.

Revitalisasi tambak Pantura Jawa diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis teknologi, untuk meningkatkan produktivitas serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Target dan Proyeksi Produksi Ikan Nila Salin

Baca Juga:  Bongkar Sejarah Rahasia! Direktur KAI Ungkap Fakta Mengejutkan di Kuliah Pakar UNS

Program revitalisasi tambak Pantura Jawa pada tahap awal tahun 2025 akan difokuskan pada empat kabupaten: Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu, dengan target luas lahan 20 ribu hektare. Melalui revitalisasi ini, KKP menargetkan peningkatan produksi ikan nila salin yang signifikan. Dari 20 ribu hektare yang akan direvitalisasi, diperkirakan akan dihasilkan sekitar 1,56 juta ton ikan nila salin setiap tahunnya.

“Jika harga jual ikan nila salin rata-rata Rp 25 ribu per kilogram, maka perputaran uang yang akan tercipta dapat mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya,” ujar Tb Haeru Rahayu.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Untuk memastikan suksesnya revitalisasi tambak Pantura Jawa, KKP membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan. Kerjasama ini sangat penting agar proses penggunaan lahan kehutanan dalam program ini bisa berjalan sesuai prosedur yang berlaku dan menghasilkan manfaat optimal.

Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi ekonomi setempat. Dengan revitalisasi tambak, akan ada penciptaan lapangan kerja baru, pertumbuhan UMKM, peningkatan akses transportasi, serta mendorong arus logistik yang lebih efisien. Selain itu, fasilitas telekomunikasi, listrik, pendidikan, dan pendapatan asli daerah juga akan terdampak positif.

“Kami berharap program revitalisasi tambak Pantura Jawa dapat menciptakan multiplier effect yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” tambah Tebe.

Baca Juga, Kilasinformasi : Sahur Bersama Nelayan, KKP Pastikan Pasokan Ikan Aman Jelang Idul Fitri 2025

Pentingnya Edukasi dan Keberlanjutan

Program revitalisasi ini bukan hanya sekadar upaya pemulihan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengelola budidaya perikanan dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya juga menekankan pentingnya program ini untuk mengoptimalkan potensi tambak yang masih banyak terbengkalai di sepanjang Pantura.

Dengan adanya program revitalisasi ini, KKP berharap dapat membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat, meningkatkan ketahanan pangan, serta mengurangi ketergantungan pada praktik budidaya yang tidak ramah lingkungan.

Sumber KKP

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Gubernur Khofifah Resmi Buka Porprov IX Jatim 2025 di Malang, Meriah Meski Diguyur Hujan

Berita Unggulan

Kemendukbangga Dorong GENTING Cegah Stunting di Sleman, Targetkan SDM Unggul 2045

Berita Unggulan

Kluivert Pantau Laga Dewa United Vs Persija: PSSI Dan Liga 1 Jalin Hubungan Harmonis

Berita Unggulan

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.401 Lulusan, Rektor Ingatkan Pentingnya Jaga Salat dan Integritas!

Berita Unggulan

Persija Comeback Tekuk Persik 3-1, Macan Kemayoran Raih Lima Kemenangan Beruntun

Berita Unggulan

Sigemblung, Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 1 Ton Tiba di Batang

Berita Unggulan

Menpora Dito Apresiasi UAH International Super Series V: Ajang Pembibitan Atlet Tenis Meja Indonesia

Berita Unggulan

Presiden Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang: Langkah Strategis Hilirisasi dan Industrialisasi dengan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok