Breaking News

Home / Berita Unggulan / Favorite / Pendidikan

Selasa, 7 Oktober 2025 - 09:17 WIB

Madrasah DKI Jakarta Borong 33 Medali di Southeast Asia Olympiad Malaysia 2025

Madrasah DKI Jakarta borong 33 medali di SEOC 2025 Malaysia, termasuk 6 emas, tunjukkan kualitas akademik dan semangat juang siswa Indonesia. Foto: Dok Kemenag

Madrasah DKI Jakarta borong 33 medali di SEOC 2025 Malaysia, termasuk 6 emas, tunjukkan kualitas akademik dan semangat juang siswa Indonesia. Foto: Dok Kemenag

Kuala Lumpur, Malaysia, VoiceJogja.com – Kontingen madrasah DKI Jakarta kembali mengharumkan nama Indonesia di level internasional. Pada Southeast Asia Olympiad Championship (SEOC) 2025, para siswa berhasil meraih total 33 medali: enam emas, sembilan perak, dan 18 perunggu.

Medali emas disumbang oleh MTsN 4 (1), MTsN 7 (2), MTsN 32 (2), dan MAN 10 (1). Sementara itu, medali perak diraih MTsN 4 (2), MTsN 14 (1), MTsN 7 (1), MTsN 32 (4), dan MAN 2 (1). Untuk perunggu, pencapaian diborong MTsN 4 (5), MTsN 7 (2), MTsN 14 (1), MTsN 32 (2), MTsN 41 (2), MAN 2 (3), MAN 10 (2), dan MAN 13 (1).

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi ini. “Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah DKI Jakarta mampu bersaing di level internasional dengan menunjukkan kualitas akademik, semangat juang, dan karakter unggul,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Adib menegaskan, keberhasilan ini sejalan dengan visi madrasah untuk tampil sebagai lembaga pendidikan berdaya saing global. “Banyaknya kemenangan siswa madrasah, baik nasional maupun internasional, membuktikan semangat dan kemampuan mereka selaras dengan moto Madrasah Mendunia,” tambahnya.

Baca Juga:  Beasiswa Indonesia Bangkit 2025: Ini Syarat Daftarnya!

Pendamping tim kerja fungsi kesiswaan, Achmad Heri Fathurohman, menekankan bahwa capaian ini lahir dari kerja keras dan dedikasi tinggi para siswa. “Sejak persiapan hingga lomba, mereka menunjukkan semangat kompetitif luar biasa. Raihan 33 medali ini membuktikan usaha tidak mengkhianati hasil,” jelas Heri.

Heri juga menyoroti peran guru dan kepala madrasah. “Sinergi antara siswa, guru, dan madrasah menjadi kunci sukses. Semoga prestasi ini menginspirasi madrasah lain untuk berinovasi dan berprestasi di ajang global,” pungkasnya.

SEOC merupakan kompetisi akademik bergengsi yang diikuti pelajar dari berbagai negara Asia Tenggara. Kompetisi ini mencakup bidang sains, matematika, dan bahasa Inggris, sekaligus menjadi ajang memperkuat semangat belajar lintas negara di era globalisasi pendidikan.

sumber: Kemenag

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Santri Al-Hamidiyah Wakili Indonesia di AYIMUN Bangkok

Berita Unggulan

Wamenekraf Resmikan Board Game Corner Pertama di Indonesia

Berita Unggulan

Prabowo Dukung Pembentukan Klub Sepak Bola Amatir di Daerah

Berita Unggulan

Akselerasi Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah: Gus Ipul Ajak Pemda dan Kampus Bersinergi

Berita Unggulan

Menag RI dan Presiden McGill University Bahas Kerja Sama Pendidikan Internasional untuk Mahasiswa Indonesia

Berita Unggulan

Ketum KONI Marciano Norman: Pengabdian Jadi Fondasi Pembinaan Olahraga Nasional

Berita Unggulan

Jelang Suramadu Cup 2025, Bupati Bangkalan Tinjau Kesiapan Lokasi Lomba Renang Nasional

Berita Unggulan

7 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia, Wajib Masuk Bucket List Liburanmu