Breaking News

Home / Berita Unggulan / Bisnis / Ekonomi / Nasional

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:59 WIB

Mendagri Tito Tegaskan Digitalisasi Bansos Penting untuk Akurasi Data dan Efisiensi Anggaran

Mendagri Tito dorong digitalisasi bansos untuk pastikan akurasi data dan efisiensi anggaran. Pemerintah siapkan sistem terpadu real-time. Foto: infopublik.id

Mendagri Tito dorong digitalisasi bansos untuk pastikan akurasi data dan efisiensi anggaran. Pemerintah siapkan sistem terpadu real-time. Foto: infopublik.id

Nasionalku.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan bahwa digitalisasi menjadi langkah mendesak dalam sistem penyaluran bantuan sosial (bansos). Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rapat Sosialisasi Tingkat Nasional Piloting Digitalisasi Bansos di Gedung A, Lantai 3, Kementerian Dalam Negeri, Kamis (4/12/2025).

Tito menyebut persoalan utama dalam penyaluran bansos terletak pada ketidakakuratan data penerima. Banyak data tidak diperbarui secara berkala sehingga menimbulkan ketidaktepatan dalam distribusi. Ia mencontohkan adanya penerima yang sebenarnya sudah bekerja sebagai ASN atau bahkan telah meninggal dunia namun masih tercantum sebagai penerima bantuan.

Menurutnya, penyaluran bansos merupakan amanah konstitusi. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan bahwa urusan sosial adalah salah satu dari enam urusan wajib pelayanan dasar yang harus mendapatkan alokasi anggaran pemerintah daerah.

Melalui pilot project digitalisasi, pemerintah ingin membangun sistem data bansos yang lebih responsif. Sistem baru ini ditargetkan mampu melakukan sinkronisasi data secara real-time, mengurangi duplikasi penerima, serta menutup ruang terjadinya kebocoran anggaran.

Baca Juga:  Mendes Yandri Optimistis Swasembada Pangan Bisa Terwujud

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya mengumumkan bahwa anggaran bansos tahun 2025 naik menjadi lebih dari Rp110 triliun. Peningkatan itu, kata dia, merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kelompok rentan dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Porsi anggaran tersebut dialokasikan terutama untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako, yang sebelumnya hanya berada pada kisaran Rp75 triliun. Tambahan anggaran juga mencakup program Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) serta penebalan bansos reguler yang telah disalurkan pada Juni–Juli 2025.

Tito berharap digitalisasi dapat memastikan bahwa seluruh bantuan tersalurkan kepada penerima yang benar-benar berhak, sehingga setiap rupiah anggaran dapat digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

Sumber: infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Alwi Farhan Siap Tantang Viktor Axelsen di German Open 2025

Berita Unggulan

Stasiun Jatake Tangerang Siap Beroperasi Akhir Januari 2026, Dukung Mobilitas Komuter

Berita Unggulan

Menteri Agama Nasaruddin Umar Doakan Kesembuhan Paus Fransiskus yang Dirawat di RS Gemelli Roma

Berita Unggulan

Menhub Dudy Harap Pemda Dukung Kelancaran Arus Lalu Lintas Lebaran 2025, Ini Harapan Besarnya!

Berita Unggulan

183.284 Jemaah Haji Lunasi Biaya Haji Reguler 2025

Berita Unggulan

Posko Pusat Kemenhub Tegaskan Keamanan dan Keselamatan Jadi Prioritas Angkutan Nataru 2025/2026

Berita

Genjot Hasil Produksi Pertanian, Polda DIY dan PERPADI Komitmen Bantu Petani

Nasional

H – 4, Baru 152.090 Jemaah Lunasi Biaya Haji Reguler 2025