Breaking News

Home / Berita Unggulan / Nasional

Selasa, 25 Februari 2025 - 06:51 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar Doakan Kesembuhan Paus Fransiskus yang Dirawat di RS Gemelli Roma

Menteri Agama Nasaruddin Umar mendoakan kesembuhan Paus Fransiskus yang sedang dirawat di RS Gemelli, Roma. Dalam acara Peace Forum di Masjid Istiqlal, Menag juga mengajak umat untuk hidup saling mencintai dan menjaga toleransi antar agama. foto : kemenag.go.id

Menteri Agama Nasaruddin Umar mendoakan kesembuhan Paus Fransiskus yang sedang dirawat di RS Gemelli, Roma. Dalam acara Peace Forum di Masjid Istiqlal, Menag juga mengajak umat untuk hidup saling mencintai dan menjaga toleransi antar agama. foto : kemenag.go.id

KilasInformasi.com, 25 Februari 2025 – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan doa untuk kesembuhan Paus Fransiskus yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, sejak 14 Februari 2024. Doa tersebut disampaikan dalam acara Peace Forum bersama Laskar Prabowo 08 yang digelar di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Senin (24/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Paus Fransiskus adalah sosok yang luar biasa dalam pengabdian untuk umat manusia. “Mari kita semua mendoakan agar Paus Fransiskus cepat sembuh. Beliau adalah sahabat kemanusiaan yang telah mengabdikan dirinya untuk umat, mewakafkan hidupnya untuk kemanusiaan,” ujar Menag Nasaruddin di hadapan peserta forum.

Paus Fransiskus: Sahabat Kemanusiaan yang Luar Biasa

Menag Nasaruddin mengungkapkan rasa simpatinya terhadap Paus Fransiskus yang dikenal sebagai pemimpin yang peduli dengan kemanusiaan, perdamaian, dan toleransi antar umat beragama. Paus Fransiskus telah memberikan kontribusi besar dalam mendorong dialog antar agama dan mempromosikan pesan-pesan perdamaian di dunia.

Baca Juga , Kilasinformasi : Menag RI dan Presiden McGill University Bahas Kerja Sama Pendidikan Internasional untuk Mahasiswa Indonesia

“Beliau telah menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dalam mendorong perdamaian dunia dan menghargai perbedaan agama. Ini adalah momen bagi kita untuk bersama-sama mendoakan kesembuhannya,” lanjut Menag.

Pada acara tersebut, Menag Nasaruddin juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Peace Forum yang dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas iman di Masjid Istiqlal. Menurut Menag, Masjid Istiqlal adalah simbol rumah besar bagi umat Indonesia, tempat dimana masyarakat dari berbagai latar belakang agama bisa bersatu untuk mencapai tujuan bersama, yaitu perdamaian.

“Masjid Istiqlal seperti rumah besar untuk umat Indonesia. Jika masjid digunakan untuk acara kemanusiaan seperti ini, itu sangat baik. Masjid adalah tempat yang seharusnya bisa menyatukan umat dalam semangat perdamaian,” ujar Menag Nasaruddin.

Baca Juga:  Nasib Paul Munster di Persebaya Ditentukan Dalam Dua Pertandingan Berikutnya

Kurikulum Cinta: Mengajarkan Toleransi dan Persaudaraan

Dalam kesempatan yang sama, Menag juga menyampaikan tentang pentingnya pendidikan toleransi melalui “Kurikulum Cinta”, yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Agama. Kurikulum ini bertujuan untuk mengajarkan kepada generasi muda agar tidak menyebarkan kebencian antar umat beragama dan lebih menekankan pada sikap saling mencintai meskipun ada perbedaan.

“Kurikulum cinta ini mengajarkan bahwa meskipun kita memiliki agama yang berbeda, kita tetap harus saling mencintai. Ini adalah bagian dari Ukhwah Basyariyah, yaitu persaudaraan kemanusiaan, yang menghubungkan kita sebagai anak cucu Adam,” kata Menag.

Selain itu, Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga Ukhwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan sebangsa, serta Ukhwah Insaniyah, persaudaraan antar sesama manusia yang harus dijaga demi terciptanya kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan bersama.

Baca Juga, Kilasinformasi : Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag Kini Bisa Diakses Dosen PTK, Termasuk Sekolah Tinggi Khonghucu

Menag Nasaruddin juga menegaskan bahwa kehidupan yang damai harus dibangun dengan dasar cinta satu sama lain. Ia mengajak seluruh umat untuk menghindari rasa kebencian dan mempererat hubungan antar umat beragama, mengutamakan perjumpaan dan saling pengertian daripada mempertegas perbedaan.

“Kita harus hidup saling mencintai, agar tidak ada jarak di antara kita. Semua agama mengajarkan kita untuk saling mencintai, bukan untuk membenci atau menekankan perbedaan,” ujarnya.

Akhirnya, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa Masjid Istiqlal adalah simbol kemerdekaan dan kedamaian. “Masjid Istiqlal artinya merdeka. Jika kita ingin berbicara tentang kedamaian, datanglah ke Istiqlal, karena di sini kita belajar hidup dalam kebebasan, persatuan, dan cinta antar sesama,” pungkas Menag Nasaruddin.

Sumber : kementrian agama

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Lawan Abrasi, Batang Genjot Penanaman Mangrove di Pesisir Sigandu

Berita Unggulan

Wamenekraf Resmikan Board Game Corner Pertama di Indonesia

Berita Unggulan

IWO- I Sleman ,Kirim Dukungan Sarana Tugas Operasi Kemanusiaan Yonif 403/WP untuk masyarakat Papua.

Berita Unggulan

Jelang Libur Nataru, Pemkab Sleman Pastikan Stok dan Harga Pangan Tetap Terkendali

Berita Unggulan

Jalan Salingka Danau Maninjau Putus, Akses ke Sungai Batang Dialihkan Lewat Jalur Danau

Berita Unggulan

Wamensos Agus Jabo Tinjau Longsor Cilacap, Salurkan Santunan Rp376 Juta untuk Korban

Berita Unggulan

Kapolda Jateng Resmikan Gedung SPKT Polres Batang, Tegaskan Layanan Cepat dan Bebas Rokok

Berita Unggulan

Nurul Ain: Dari Pelajar Madrasah ke Universitas Indonesia