Yogyakarta, Nasionalku.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan sikap tegasnya terhadap kontraktor yang mengerjakan proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tanpa memperhatikan kualitas. Ia meminta perbaikan segera dilakukan saat menemukan hasil pembangunan yang dinilai belum optimal.
Hal itu disampaikan Trenggono usai meninjau langsung progres pembangunan KNMP di Desa Poncosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (2/1/2026). Secara umum, pembangunan KNMP di Pulau Jawa disebut telah mencapai progres rata-rata di atas 90 persen.
“Tadi saya lihat ada beberapa kualitas pekerjaan yang perlu diperbaiki. Saya minta kontraktor segera perbaiki,” ujar Trenggono kepada wartawan.
Menurutnya, proyek KNMP harus dikerjakan secara detail dan serius agar menghasilkan bangunan yang benar-benar berkualitas serta bisa dimanfaatkan maksimal oleh nelayan. Karena itu, ia menegaskan tidak akan mentolerir pekerjaan yang tidak sesuai standar.
Di KNMP Poncosari, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan berbagai fasilitas perikanan. Mulai dari infrastruktur bangunan seperti kantor pengelola, kios perbekalan, gudang beku, pabrik es, shelter coolbox, bengkel nelayan, balai nelayan, sentra kuliner, hingga shelter perbaikan jaring.
Selain itu, tersedia pula sarana prasarana rantai dingin berupa mesin gudang beku portabel, pabrik es portabel, mobil berpendingin, serta puluhan unit coolbox. Untuk mendukung aktivitas melaut, KKP juga menyediakan sarana penangkapan ikan, antara lain 10 unit kapal di atas 5 GT, 100 unit mesin kapal, serta ratusan alat tangkap ramah lingkungan.
Dalam kunjungan kerjanya, Trenggono memastikan seluruh fasilitas tersebut nantinya siap dikelola oleh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebelum ke Bantul, ia lebih dulu meninjau pembangunan KNMP di Kabupaten Purworejo, Pati, dan Cirebon.
“Kami juga akan melihat progres di Indonesia timur. Target kami Januari ini sudah selesai semua. Kami ingin program ini berjalan baik agar penghasilan nelayan meningkat berkali-kali lipat, seperti yang sudah terjadi di Biak, Papua,” jelas Trenggono.
Sementara itu, Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, menyebut dari total 65 lokasi pembangunan KNMP tahap pertama tahun 2025, sejumlah lokasi sudah rampung 100 persen. Salah satunya berada di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah.
Adapun sebagian besar lokasi lainnya ditargetkan selesai bertahap hingga akhir Januari 2026. Namun, terdapat beberapa pengecualian akibat terdampak bencana alam seperti banjir dan longsor, dengan target penyelesaian paling lambat Februari 2026.
“Kami terus mengejar proses penyelesaian. Ada beberapa lokasi yang terdampak bencana seperti Langsa, Bireuen, Aceh Utara, dan Padang Pariaman. Meski begitu, kami tetap berkomunikasi intens dengan kontraktor dan pemerintah daerah agar bisa selesai secepatnya,” ujar Trian.
Sebagai informasi, KKP mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,34 triliun untuk pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah di Indonesia. Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi desa nelayan melalui penguatan peran koperasi dan partisipasi aktif masyarakat.
sumber : KKP





















