Breaking News

Home / Berita Unggulan / Ekonomi / Favorite / Nasional / Pemerintah

Rabu, 31 Desember 2025 - 07:15 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Hunian hingga Penyesuaian APBD untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Pemerintah menyiapkan hunian, bansos, dan penyesuaian APBD untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. foto: Dok Setneg

Pemerintah menyiapkan hunian, bansos, dan penyesuaian APBD untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. foto: Dok Setneg

Jakarta, Nasionalku.com – Pemerintah terus memperkuat langkah penanganan dampak bencana, terutama terkait kerusakan rumah warga, penyaluran bantuan sosial, serta penguatan kembali pemerintahan daerah di wilayah terdampak Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam keterangan pers terkait pemulihan dan rencana strategis pascabencana di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Tito menjelaskan, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyiapkan opsi hunian sementara. Sementara bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga, pemerintah memberikan bantuan biaya sesuai ketentuan.

“Untuk rumah rusak ringan diberikan bantuan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta. Sedangkan untuk rusak berat disiapkan hunian sementara. Ada pilihan, apakah menempati hunian sementara atau menerima bantuan biaya dan tinggal di rumah keluarga,” ujar Tito.

Selain hunian sementara, pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap dengan tiga skema. Skema pertama berasal dari Danantara yang menargetkan pembangunan 15 ribu unit. Skema kedua menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Skema ketiga melalui konsep gotong royong dari berbagai pihak.

“Sudah ada pihak yang membantu membangun sekitar 2.600 unit dan groundbreaking-nya dilakukan minggu lalu. Ini bentuk kolaborasi untuk mempercepat pemulihan,” tambah Tito.

Baca Juga:  Bupati Sleman Dampingi Ketua LPS Bagikan Layanan Kesehatan Gratis dan Sembako untuk Warga Gayamharjo

Tak hanya soal hunian, pemerintah juga menyalurkan bantuan pendukung lainnya. Kementerian Sosial memberikan bantuan perabotan sebesar Rp3 juta per keluarga, bantuan ekonomi Rp5 juta, serta bantuan lauk pauk senilai Rp15 ribu per hari selama tiga bulan.

Tito menegaskan, tantangan utama saat ini adalah percepatan dan keakuratan data penerima bantuan. Data harus disusun berbasis by name by address oleh pemerintah daerah agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

“Kami perkirakan ada sekitar 106.370 rumah rusak ringan dan sedang, atau sekitar dua pertiga dari total rumah rusak. Jika bantuan ini segera disalurkan, maka jumlah pengungsi bisa cepat berkurang,” jelasnya.

Sebagai langkah penyesuaian kebijakan, Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan surat edaran kepada tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota terdampak, serta pimpinan DPRD setempat. Surat edaran ini menjadi payung hukum untuk melakukan perubahan APBD agar selaras dengan kondisi pascabencana.

“APBD yang disusun sebelum bencana tentu sudah tidak relevan. Karena itu kami memberikan payung hukum agar daerah bisa melakukan APBD perubahan sesuai kebutuhan baru,” pungkas Tito.

sumber: Setneg

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Garuda Muda Tiba di Tiongkok, Siap Hadapi Piala Asia U-20 2025

Berita Unggulan

Mensos Gus Ipul Ajak Masyarakat Bogor Gelar Kerja Bakti Massal Bersihkan Sungai Cikole

Berita

Ayah-Anak Kompak Sumbang Medali Emas, Lurah Condongcatur Beri Apresiasi

Berita Unggulan

Target Tuntas! Kemensos Pastikan Pencairan Bansos Sebelum Ramadan, Begini Update Terbarunya!

Berita Unggulan

Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Penuaan Dini: Rahasia Olahraga untuk Umur Panjang

Berita Unggulan

Stasiun Jatake Tangerang Siap Beroperasi Akhir Januari 2026, Dukung Mobilitas Komuter

Nasional

Presiden Prabowo dan Pangeran MBS Bentuk Dewan Koordinasi Tertinggi RI–Arab Saudi

Berita Unggulan

Lia Mustafa X Rizz Azhar Hadirkan Koleksi HIDDEN di IN2MF 2025: Filosofi Anggrek Hitam dari Kalimantan