Nasionalku.com – Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Manaqib Kubro VII, istighotsah, temu mursyid, dan pengajian akbar yang diselenggarakan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) DIY di Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri, Kotagede, Minggu (21/12/2025).
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada panitia serta seluruh pengurus JATMAN yang telah menginisiasi kegiatan keagamaan berskala besar di Kota Yogyakarta.
“Kegiatan ini akan menjadi sarana penguat secara spiritual dan memperkokoh tali persaudaraan kita. Juga tentu memperteguh akidah serta memperdalam akhlak dalam kehidupan,” kata Hasto Wardoyo.
Menurut Hasto, tradisi thoriqoh memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menilai kualitas SDM tidak hanya ditentukan oleh ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga oleh karakter dan kekuatan spiritual.
Ia juga menyinggung tantangan pembangunan manusia saat ini yang tidak hanya berkaitan dengan persoalan fisik seperti stunting, tetapi juga menyangkut kesehatan mental. Hasto meyakini, jiwa yang diisi dengan nilai-nilai ilahiyah akan lebih kuat dan terhindar dari persoalan mental.
“Dengan thoriqoh ini, kita bisa melakukan refleksi diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Kegiatan seperti ini akan menciptakan sumber daya manusia di Kota Yogyakarta yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Manaqib Kubro VII JATMAN DIY, KH Ahmad Zabidi, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Manaqib Kubro VII JATMAN DIY mengusung tema memasyarakatkan thoriqoh dan menthoriqohkan masyarakat. Tema tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang thoriqoh.
Hal senada disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri Kotagede, KH Munir Syafa’at. Ia mengatakan bahwa kegiatan manaqib kubro terbuka bagi seluruh elemen masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Tujuan utama thoriqoh adalah agar hati kita tentram dan ayem. Ketenteraman melalui zikir itu bersifat permanen. Tujuan thoriqoh juga agar saat sowan kepada Allah, kita dalam keadaan hati yang selamat dari penyakit hati,” tutur KH Munir.
Sumber: warta.jogjakota.go.id





















