Breaking News

Home / Berita Unggulan / Bisnis / Daerah / Ekonomi

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:21 WIB

Pemkot Yogyakarta Perluas Warung MRANTASI untuk Kendalikan Inflasi dan Tekan Harga Sembako

Pemkot Yogyakarta memperluas Warung MRANTASI untuk menjaga stabilitas harga sembako sekaligus mengendalikan inflasi wilayah. Foto: warta.jogjakota.go.id

Pemkot Yogyakarta memperluas Warung MRANTASI untuk menjaga stabilitas harga sembako sekaligus mengendalikan inflasi wilayah. Foto: warta.jogjakota.go.id

Nasionalku.com – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperluas Program Warung Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (MRANTASI) di sejumlah pasar tradisional. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengendalikan inflasi daerah yang masih dipengaruhi kenaikan harga pangan.

Peresmian titik baru Warung MRANTASI berlangsung di Pasar Prawirotaman, Rabu (3/12). Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo hadir bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, sekaligus membuka warung milik pedagang Sri Widodo. Program ini digerakkan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, Bank BPD DIY, Bulog, dan para distributor.

Hasto menjelaskan sektor makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang tertinggi inflasi di Yogyakarta. Ia menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan, mengingat Kota Yogyakarta bukan daerah produsen sementara kebutuhan terus naik, terutama karena aktivitas wisata.

“Yogyakarta sangat bergantung pada pasokan dari daerah sekitar. Karena itu, kerja sama dengan Bantul dan Sleman sangat penting untuk menjaga distribusi pangan,” ujar Hasto.

Menurutnya, kerja sama antarwilayah membuat operasi pasar lebih efektif. Kebutuhan pokok bisa disalurkan langsung ke pedagang di pasar-pasar utama, termasuk Beringharjo dan Prawirotaman, sehingga kenaikan harga dapat ditekan.

Baca Juga:  Khotmil Qur’an Dzikrul Qolbi, Pemda Kulon Progo Dorong Penguatan Pendidikan Al-Qur’an

“Kita dorong pedagang memakai produk lokal. Kalau harga pasar naik, Warung MRANTASI bisa jadi penyeimbang,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica, menambahkan jumlah Warung MRANTASI meningkat signifikan. Dari sebelumnya hanya 25 titik, kini bertambah menjadi 85 unit setelah penambahan 60 warung baru di Prawirotaman, Sentul, dan Kranggan.

Warung MRANTASI menyediakan sembako dengan harga sesuai HET. Veronica memastikan stok tetap aman menjelang akhir tahun tanpa perlu impor. Pasokan diperoleh melalui skema business to business (B2B) antara pedagang dan pemasok dari Bantul serta Sleman. Ke depan, kerja sama bisa diperluas ke daerah penyangga lain bila kebutuhan meningkat.

Sri Widodo, pedagang pemilik Warung MRANTASI yang baru diresmikan, mengaku sangat terbantu. Ia menyebut pasokan kini lebih stabil dan harga lebih terkendali sehingga memudahkan masyarakat.

“Kami menyediakan beras, minyak, gula, dan tepung. Harganya lebih terjangkau lewat operasi pasar. Semoga pembeli makin banyak,” tuturnya.

Dengan penambahan titik-titik baru MRANTASI, Pemkot Yogyakarta berharap upaya pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif dan harga kebutuhan pokok tetap stabil di pasaran.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

Share :

Baca Juga

Daerah

Sambut Ramadan, TK Kemala Bhayangkari Polres Batang Gelar Aksi Sosial Bagi Takjil

Berita Unggulan

Mensos Targetkan 3.310 Warga Bogor Keluar dari Kemiskinan Melalui Program PKH

Berita Unggulan

Kedatangan Jemaah Haji Indonesia Tuntas, 203 Ribu Lebih Jemaah Telah Tiba di Tanah Suci

Berita Unggulan

Posko Pusat Kemenhub Tegaskan Keamanan dan Keselamatan Jadi Prioritas Angkutan Nataru 2025/2026

Berita Unggulan

Hizbul Wathan Perkuat Kepemimpinan dan Karakter Generasi Muda di Kota Yogyakarta

Berita Unggulan

Gubernur Papua Selatan Pimpin Persiapan Akhir Pemindahan Ibu Kota ke KTM Salor

Berita Unggulan

Pemkot Yogyakarta Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Industri demi Keberlanjutan Pembangunan 2026

Agama

Bahas Rancangan Perpres Ditjen Pesantren, Menag Minta Aspirasi Stakeholder Diserap Maksimal