Yogyakarta, nasionalku.com – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperluas layanan untuk warga lanjut usia melalui pengembangan Sekolah Lansia. Program yang dikelola Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ini ditujukan untuk menjaga kesehatan, kemandirian, hingga kualitas hidup lansia.
Saat ini ada enam Sekolah Lansia yang berjalan di sejumlah wilayah, mulai dari Purbayan, Suryodiningratan, Gedongkiwo, hingga Rejowinangun. Jumlah tersebut akan ditingkatkan drastis menjadi 15 titik pada tahun 2026.
Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengatakan bahwa penambahan sembilan titik baru ini bertujuan memperluas akses pembelajaran bagi lansia, sekaligus memperkuat pembinaan berbasis keluarga.
“Sekolah lansia ini kurikulumnya berjenjang, tapi bukan strata akademik. Ada standar S1, S2, dan S3. S1 itu paling dasar, sifatnya menyenangkan, banyak hiburan, bernyanyi, tepuk tangan, juga edukasi kesehatan,” ujarnya, Selasa (25/11).
Melalui jenjang berikutnya, yaitu S2 dan S3, para lansia mendapatkan pembelajaran lanjutan terkait peran dalam keluarga hingga peningkatan kemandirian. Setiap jenjang berlangsung sekitar 10 hingga 12 bulan.
Program ini, lanjutnya, tidak menargetkan lansia untuk produktif secara ekonomi. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemandirian, memperpanjang usia harapan hidup, serta menjaga kebugaran fisik dan kognitif.
“Kami ingin mereka tetap aktif, tidak tergantung, bisa mengurus diri sendiri. Ada yang usianya sudah 90-an dan tetap semangat datang ke sekolah lansia. Itu sudah luar biasa,” kata Retnaningtyas.
Saat ini, kapasitas setiap sekolah lansia sekitar 50 peserta, sehingga total lebih dari 300 lansia telah mengikuti kegiatan ini. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, kampus, hingga dunia usaha yang ingin turut menyediakan sekolah lansia secara swadaya. Beberapa universitas seperti UII, UGM, dan UNY disebut sudah terlibat dalam pendampingan.
Selain kegiatan hiburan dan edukasi kesehatan, para peserta juga diajak membuat kerajinan sederhana sebagai stimulasi kreatif untuk membantu mencegah penurunan fungsi kognitif. Jika ada lansia yang masih bisa menghasilkan pendapatan dari hasil karyanya, hal tersebut dipandang sebagai nilai tambah.
“Yang terpenting mereka sehat, aktif, dan bahagia. Kalau masih bisa berkarya, itu hadiah tambahan,” ujarnya.
Pemkot berharap perluasan sekolah lansia ini dapat memberikan dukungan lebih luas kepada warga lanjut usia agar tetap mandiri dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: warta.jogjakota.go.id



















