Breaking News

Home / Nasional

Sabtu, 17 Mei 2025 - 13:06 WIB

Perpres Baru: Pemuda Didorong Jadi Motor Penggerak Pembangunan Nasional

Pemerintah tengah menyusun Perpres baru yang menguatkan peran pemuda sebagai subjek pembangunan. Perpres ini mendorong sinergi lintas sektor untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. foto: infopublik.id

Pemerintah tengah menyusun Perpres baru yang menguatkan peran pemuda sebagai subjek pembangunan. Perpres ini mendorong sinergi lintas sektor untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. foto: infopublik.id

Kilasinformasi.com, Jakarta — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) baru sebagai revisi atas Perpres Nomor 43 Tahun 2022. Perpres ini akan menjadi fondasi koordinasi strategis lintas sektor dalam pelayanan kepemudaan, sekaligus menegaskan posisi pemuda bukan sekadar objek, tapi subjek utama dalam pembangunan nasional.

Rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga (K/L) yang dipimpin Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menjadi momentum penting dalam proses penyusunan kebijakan tersebut. Dihadiri oleh 58 K/L, forum ini juga membahas finalisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Kepemudaan.

“Persoalan kepemudaan tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita butuh pendekatan holistik, sinergis, dan berkelanjutan,” tegas Wamenpora Taufik.

Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor yang terarah dan terencana, agar visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga terwujud dalam bentuk nyata. Menurutnya, keberhasilan penyusunan Perpres sangat bergantung pada komitmen nyata semua pihak, bukan hanya wacana di ruang rapat.

Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Yohan, menambahkan bahwa paradigma pembangunan kepemudaan harus berubah. Pemuda perlu ditempatkan sebagai aktor aktif pembangunan yang diberdayakan, bukan hanya sebagai penerima manfaat.

Baca Juga, Kilasinformasi: Akhir Pekan Seru! Mandiri Live & Loud Siap Guncang Garuda Store & Garuda Cafe

“RAN Kepemudaan yang sedang disusun adalah hasil kerja bersama lintas K/L untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan pemuda yang konkret dan terukur,” ujarnya.

Baca Juga:  Kemenag Siapkan Rp26 M untuk Pulihkan Pendidikan dan Layanan Keagamaan di Aceh-Sumatra

Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menekankan bahwa pemerintahan saat ini menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia. Ia menyebut integrasi kebijakan kepemudaan harus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) serta sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Senada, perwakilan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI menekankan pentingnya desain Perpres yang visioner dan relevan dalam jangka panjang. Perpres ini diharapkan dapat menjawab tantangan pemuda dalam 15 hingga 30 tahun ke depan, sesuai dengan Asta Cita dan dinamika global.

Baca Juga, Kilasinformasi: Jambore Pokdarwis Jateng 2025 Siap Digelar di Purbalingga

Penyusunan Perpres baru ini mencerminkan pergeseran penting: dari koordinasi sektoral menjadi aksi terintegrasi. Jika dirancang dengan matang dan dijalankan secara konsisten, kebijakan ini berpotensi menjadi katalisator bagi transformasi kepemudaan Indonesia.

Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Dengan kerangka kebijakan yang inklusif dan kolaboratif, pemuda Indonesia tak hanya akan menjadi penerus, tetapi juga penentu arah pembangunan nasional.

Sumber : infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Kapolda DIY Lakukan Panen Jagung dan Serahkan Alat Mesin Pertanian di Kulon Progo

Berita Unggulan

WITF 2025: Menyulam Masa Depan Pariwisata Indonesia dari PIK2 ke Dunia

Agama

Program Padat Karya Kementerian PU Serap 138 Ribu Tenaga Kerja hingga Awal November 2025

Berita Unggulan

Sambutan Hangat WNI di Qatar untuk Presiden Prabowo

Berita Unggulan

Jalan Salingka Danau Maninjau Putus, Akses ke Sungai Batang Dialihkan Lewat Jalur Danau

Berita Unggulan

Mentan Amran dan Menkeu Sri Mulyani Tinjau Progres Proyek Cetak Sawah di Wanam, Merauke

Berita Unggulan

Terungkap! KKP Musnahkan 63 Ekor Ikan Predator Berharga Rp 68 Juta di Jakarta Timur

Berita Unggulan

Ekosistem EV Tetap Melaju Meski LG Mundur!