Breaking News

Home / Daerah

Rabu, 11 Juni 2025 - 20:07 WIB

Petani Batang Dapat Bimtek Budidaya Tembakau, Siap Tingkatkan Produktivitas

Bapeltan Jateng beri pelatihan budidaya tembakau kepada petani Batang untuk tingkatkan produktivitas dan kualitas panen sesuai standar pasar. Foto: Humas Kab Batang

Bapeltan Jateng beri pelatihan budidaya tembakau kepada petani Batang untuk tingkatkan produktivitas dan kualitas panen sesuai standar pasar. Foto: Humas Kab Batang

Petani di Kecamatan Reban, Batang, kembali bergairah membudidayakan tembakau. Lewat Bimbingan Teknis dari Bapeltan Jateng, mereka dibekali ilmu praktis dari hulu ke hilir.

Kilasinformasi.com, Batang – Badan Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Agribisnis Budidaya Tanaman Tembakau di Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juni 2025.

Kegiatan ini dilakukan pada 2 lokasi yakni Desa Kemesu ada 30 peserta dan Desa Adinuso ada 30 peserta yang berasal dari kelompok tani.

Foto: Humas Kab Batang

“Pelatihan yang diberikan pada hari pertama penjelasan materi tentang budidaya tembakau secara benar. Untuk hari kedua ini praktek pembenihan tanaman tembakau dan praktek pembuatan pupuk organiknya supaya menghasilkan kualitas yang bagus,” jelasnya.

Baca Juga, Kilasinformasi: Kodim Batang Pererat Silaturahmi dengan Keluarga Besar TNI Lewat Komsos

Tujuannya peserta dapat memantapkan lagi dalam budidaya tanaman tembakau yang memiliki potensi bagus di wilayah reban ini.

“Melihat daerah Reban dataran disini sangat cocok karena lebih hangat dan tidak terlalu dingin seperti di Bawang,” terangnya.

Praktisi Budidaya Tanaman Tembakau Suripto menambahkan, potensi budidaya tanaman tembakau sangat bagus untuk para petani yang berada di Wilayah Reban dan Bawang.

Foto: Humas Kab Batang

“Saya sendiri menggeluti tanaman tembakau sudah sejak tahun 90an yang produktivitasnya sangat bagus. Pada tahun kemarin saja budidaya tanaman tembakau dalam lahan 1 hektar bisa produksi mencapai 8 ton tembakau basah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Program Padat Karya Irigasi Dorong Swasembada Pangan, Petani Sumatera Selatan Kini Panen 3 Kali Setahun

Adanya Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam hal penanganan panen dan pascapanen tembakau agar kualitas tembakau yang dihasilkan sesuai dengan standar pasar.

“Jadi, nantinya mampu mengurangi kerugian petani tembakau dan meningkatkan nilai jual tembakau yang dihasilkannya, sehingga manfaatnya meningkatkan kualitas dan keamanan produk,” tegasnya.

Baca Juga, Kilasinformasi: Banpol PP Resmi Bertugas, Fokus Tertibkan Trotoar dan Edukasi Warga Batang

Sementara itu, Peserta Pelatihan Mistari menyampaikan, terima kasih adanya Bimtek ini dapat menggugah semangat kembali dalam budidaya tanaman tembakau di Desa Kemesu. Karena pada tahun 1960 sebenarnya disini banyak yang menjadi petani tembakau. Tapi setelah tahun 1980 mulai beralih ke tanaman yang lain karena kurangnya pelatihan seperti ini.

“Dengan adanya Bimtek budidaya tanaman tembakau kami para petani sangat terbantu ilmu yang diberikan seperti pembibitan dan cara peningkatan produktivitas tembakaunya,” ujar dia. (AS Saeful Husna Kabiro Batang,)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Sleman Harda Kiswaya Buka Forum Konsultasi RPJMD

Berita Unggulan

Pemda DIY dan BPN Salurkan Bantuan Alat Mesin Pertanian kepada Pemkab Sleman

Berita Unggulan

Charity Night Probolinggo Galang Rp426 Juta untuk Korban Bencana Sumatra

Daerah

Menuju Batang Mandiri dan Berdaya Saing: ini 8 Misi Pembangunan RPJMD 2025–2029

Daerah

Pria Bersurjan Gelar Aksi “Ngrawat Sing Ora Kerawat” di Pleret, Sasar Warga Sakit Permanen

Daerah

PPNI Yogya Gelar Cek Kesehatan Gratis di Beringharjo

Berita Unggulan

Wabup Sleman Hadiri Dialog Beasiswa Sleman Pintar, Orang Tua dan Mahasiswa Antusias

Berita Unggulan

Banjir dan Longsor di Kudus, Kemensos Kirim Bantuan Senilai Ratusan Juta untuk Korban