Breaking News

Home / Berita Unggulan / Bisnis / Daerah

Sabtu, 6 Desember 2025 - 12:57 WIB

Petani Batang Dilatih Olah Kopi Berkualitas di Petungkriyono, PUPUK Surabaya Dorong Peningkatan Produk

PUPUK Surabaya latih petani Batang dan Pekalongan mengolah kopi berkualitas di Petungkriyono untuk meningkatkan mutu dan nilai jual produk. Foto: infopublik.id

PUPUK Surabaya latih petani Batang dan Pekalongan mengolah kopi berkualitas di Petungkriyono untuk meningkatkan mutu dan nilai jual produk. Foto: infopublik.id

Pekalongan, nasionalku.com — Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya bekerja sama dengan Ford Foundation memberikan pendampingan kepada para anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) untuk meningkatkan keterampilan mengolah biji kopi berkualitas. Pelatihan yang berlangsung di OWA Kafe & Roastery Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jumat (5/12/2025), difokuskan pada peningkatan kapasitas perempuan petani kopi dari wilayah Batang dan sekitarnya.

Pendamping KUPS dari PUPUK Surabaya, Endang Susilowati, mengatakan pelatihan ini bertujuan membantu petani memahami cara memilih dan memilah biji kopi hijau yang baik. “Selama ini para petani belum bisa membedakan mana biji kopi yang layak diolah menjadi kopi berkualitas,” ujarnya.

Senada, anggota PUPUK Surabaya, Thoriqul Huda, menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan membuat petani lebih profesional dalam pengolahan pascapanen. “Kami ingin teman-teman KUPS maksimal dalam mengolah biji kopi, sehingga kualitas produknya meningkat,” katanya.

Salah satu peserta, Solehah dari KUPS Lembah Wangi Desa Tombo, Batang, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru. Ia berharap materi yang diterima bisa membantu mengembangkan usaha kopi di desanya. “Tujuannya satu, agar usaha kopi di desa makin maju,” katanya.

Baca Juga:  Pariwisata Tak Bisa Biasa-biasa Saja, DPD PUTRI DIY–Lampung Tancap Gas Inovasi

Dukungan datang pula dari Nursiamsih anggota KUPS Ganesha Mulia Sejahtera 3 Wonotunggal. Ia menyebut pelatihan membantu petani memahami teknik menanam kopi yang ramah lingkungan. “Kami tetap dianjurkan menanam kopi lokal agar satwa endemik bisa hidup berdampingan dengan alam,” ujarnya.

Narasumber dari OWA Kafe Petungkriyono, Bayu Putra, memberikan materi tentang jenis kopi, termasuk perbedaan antara kopi sambung dan kopi hutan. Bayu menegaskan bahwa budidaya kopi hutan memberi banyak manfaat bagi petani. “Penanamannya lebih mudah dan tidak membutuhkan bahan kimia,” katanya.

Selain melihat langsung jenis-jenis kopi, peserta juga mendapat pelatihan pengolahan oleh pegiat kopi Petungkriyono, Kuswoto. Ia menekankan pentingnya teknik pascapanen yang tepat, terutama saat jumlah kopi yang dihasilkan bisa mencapai beberapa ton. “Sayang sekali kalau diolah tanpa metode standar,” ujarnya.

Kuswoto mendorong petani untuk memproses kopi sesuai standar agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan kualitas yang terjaga, kopi Batang tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional bahkan internasional.

Sumber: infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Wakaf Aman, Umat Tenang: Begini Cara Mudah Daftarkan Tanah Wakaf Gratis di 2025

Berita Unggulan

Indonesia Tuan Rumah FIFA Series 2026: Timnas Siap Diuji Lawan Eropa, Karibia, dan Oseania

Berita Unggulan

Hujan Deras Disertai Angin, Warga Sleman Diimbau Waspada Pohon Tumbang!

Daerah

Perkuat Sinergi dengan Media, Polres Batang Resmikan Forum Wartawan Polres Batang

Berita Unggulan

Timnas Indonesia Disambut Presiden Prabowo Usai Tumbangkan Tiongkok, Penuh Kehangatan dan Kebanggaan

Daerah

Banjir Landa Dayeuhkolot, Kemensos Kirim Bantuan Rp497 Juta

Berita Unggulan

Sambut Hari Ibu ke-97, Wabup Sleman Danang Maharsa Ikuti Senam Massal dan Bazar UMKM di Pakem

Daerah

Perayaan Ganda di Sleman: Semangat Kartini dan Otonomi Daerah Dibangkitkan Lewat Upacara Bendera