Breaking News

Home / Berita Unggulan / Daerah / Ekonomi

Senin, 15 Desember 2025 - 14:33 WIB

STA Tempel Sleman Jadi Benteng Petani Cabai dari Permainan Harga Spekulan

STA Tempel Sleman melindungi petani cabai dari spekulan melalui sistem lelang terpusat yang transparan dan adil, menjaga stabilitas harga panen. Foto: infopublik.id

STA Tempel Sleman melindungi petani cabai dari spekulan melalui sistem lelang terpusat yang transparan dan adil, menjaga stabilitas harga panen. Foto: infopublik.id

SLEMAN, nasionalku.com – Sub Terminal Agribisnis (STA) Tempel, yang dikelola Dinas Pertanian, Pangan, dan Peternakan Kabupaten Sleman, berperan penting menjaga stabilitas harga cabai sekaligus melindungi petani dari praktik permainan harga oleh spekulan. Berlokasi di Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, STA ini menjadi pusat perputaran ekonomi cabai bagi petani di wilayah Tempel dan sekitarnya.

Menjelang pukul 16.00 WIB, satu per satu petani datang membawa hasil panen cabai dari ladang mereka. Setibanya di lokasi, cabai ditimbang oleh petugas dan petani menerima bukti penerimaan. Selanjutnya, cabai disortir dan dipilah berdasarkan kualitas, yang menjadi penentu utama nilai jual sebelum dipasarkan.

Cabai yang telah terkumpul tidak langsung dijual di tempat. Seluruh hasil panen diikutkan dalam sistem lelang jarak jauh yang terpusat di Kapanewon Pakem. Melalui mekanisme ini, harga cabai ditentukan secara terbuka dan transparan. Hasil lelang umumnya sudah dapat diketahui pada malam hari, sekitar pukul 20.00 hingga 20.30 WIB.

Petugas TPA STA Tempel, Mardi, menjelaskan bahwa STA Tempel beroperasi setiap hari tanpa libur, kecuali pada hari raya tertentu yang telah diinformasikan sebelumnya kepada para petani.

“STA Tempel tidak mengambil keuntungan dari jual beli cabai. Tujuan utama kami adalah melindungi petani dari permainan harga tengkulak,” ujar Mardi saat ditemui, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga:  "Rise and Speak" di Batu: Lebih dari Kampanye, Ini Gerakan Moral Lawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Menurutnya, petani juga diberi keleluasaan dalam pengambilan hasil penjualan. Dana hasil lelang bisa diambil pada malam yang sama, keesokan harinya, atau saat petani kembali menyetorkan cabai, sehingga memberikan fleksibilitas bagi petani.

Sebagian besar cabai yang dikumpulkan STA Tempel dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal Sleman. Sementara itu, sisanya dikirim ke Jakarta menggunakan armada truk untuk memenuhi permintaan pasar nasional. Pada masa panen raya, volume cabai yang masuk ke STA Tempel dapat mencapai dua ton per hari. Saat ini, pasokan harian berkisar antara 700 kilogram hingga satu ton.

Lebih dari sekadar tempat transaksi, STA Tempel juga berfungsi sebagai pusat informasi harga cabai yang transparan bagi petani. Dengan sistem lelang terpusat, harga yang terbentuk mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya dan meminimalkan potensi manipulasi.

“Fungsi utama kami adalah menjaga harga jual cabai agar tetap stabil dan menguntungkan petani. Dengan sistem lelang terpusat, permainan harga oleh tengkulak bisa diminimalisir, sehingga petani memperoleh harga yang paling layak atas kerja keras mereka,” tegas Mardi.

Keberadaan STA Tempel diharapkan terus menjadi penyangga stabilitas harga cabai sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Kabupaten Sleman.

Sumber: infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Produksi Beras Nasional Naik 14,49%, Pemerintah Klaim Menuju Swasembada Pangan

Berita Unggulan

Makanan Super untuk Longevity

Berita Unggulan

Komunitas Tuk Merespon Hari Tani Nasional dan Kritisi Keberpihakan Pemerintah 

Berita Unggulan

KAI Luncurkan Nomor WhatsApp Baru untuk Layanan 24 Jam KAI121

Berita

Jelang Musyawarah Besar XI, Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila DIY Gelar Rapat Konsolidasi

Daerah

Gerakan Kebangsaan Indonesia Terang Resmi Diluncurkan

Berita Unggulan

Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Penuaan Dini

Berita Unggulan

Sambut Hari Ibu ke-97, Wabup Sleman Danang Maharsa Ikuti Senam Massal dan Bazar UMKM di Pakem