Breaking News

Home / Berita Unggulan / Bisnis / Daerah / Ekonomi / Favorite / Nasional

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:07 WIB

Stasiun Jatake Tangerang Siap Beroperasi Akhir Januari 2026, Dukung Mobilitas Komuter

Stasiun Jatake Tangerang siap beroperasi akhir Januari 2026, memperkuat layanan KRL Tanah Abang–Rangkasbitung dan mobilitas komuter. foto: PT. KAI

Stasiun Jatake Tangerang siap beroperasi akhir Januari 2026, memperkuat layanan KRL Tanah Abang–Rangkasbitung dan mobilitas komuter. foto: PT. KAI

Jakarta, Nasionalku.com – Kabar baik bagi warga Tangerang dan sekitarnya. Stasiun KRL Jatake dipastikan siap beroperasi pada akhir Januari 2026, memperkuat konektivitas Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung yang menjadi tulang punggung mobilitas harian jutaan pekerja menuju Jakarta.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan kesiapan operasional Stasiun Jatake yang berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Stasiun baru ini dijadwalkan mulai melayani penumpang pada akhir Januari 2026 dan akan terintegrasi langsung dengan lintas Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung.

Kehadiran Stasiun Jatake dinilai strategis, mengingat Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah penyangga utama Jakarta dengan tingkat mobilitas harian yang tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang per Januari 2026, jumlah penduduk daerah ini mencapai sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen di antaranya berada pada usia produktif 15–59 tahun.

Komposisi demografi tersebut membentuk pola pergerakan komuter yang intens, terutama bagi pekerja formal, pelaku usaha, hingga sektor jasa yang beraktivitas lintas wilayah. Kondisi ini turut diperkuat oleh dinamika ekonomi daerah. Pada 2024, struktur ekonomi Kabupaten Tangerang didominasi sektor Industri Pengolahan sebesar 33,74 persen, diikuti Konstruksi 16,36 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran 11,35 persen.

Tingginya aktivitas ekonomi tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Tangerang 2024 yang tercatat mencapai Rp54,73 juta. Skala ekonomi tersebut menuntut sistem transportasi massal yang efisien, terjangkau, dan andal untuk menopang produktivitas masyarakat.

Data pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung menunjukkan tren peningkatan signifikan. Jumlah penumpang yang sempat turun drastis pada masa pandemi, kembali melonjak dari 42,11 juta orang pada 2021 menjadi 77,55 juta pengguna sepanjang 2025. Tren ini menegaskan peran KRL sebagai moda utama mobilitas harian masyarakat penyangga Jakarta.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut pembangunan Stasiun Jatake dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Menurutnya, dominasi penduduk usia produktif dan pasar kerja yang aktif di Kabupaten Tangerang menuntut akses transportasi publik yang lebih dekat dan efisien.

Baca Juga:  Kepala Kanwil Kemenag DIY Hadiri Kuliah Umum dan Sosialisasi S2 PAI Universitas Alma Ata

“Stasiun Jatake diharapkan mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan biaya yang terjangkau,” ujar Anne dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, kawasan Tanah Abang sebagai pusat perdagangan tekstil dan grosir nasional memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan wilayah penyangga. Kehadiran Stasiun Jatake diyakini dapat memperpendek jarak akses dari kawasan permukiman dan mendukung kelancaran aktivitas perdagangan serta produktivitas ekonomi harian.

Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, stasiun ini memiliki bangunan tiga lantai dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.

Fasilitas pendukung seperti parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan. Selain itu, tersedia lahan pengembangan lanjutan sekitar 4.000 meter persegi untuk mendukung integrasi antarmoda dan aktivitas kawasan.

Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk efisiensi energi. Saat ini, stasiun tersebut masih menjalani uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan guna memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan layanan berjalan optimal sebelum resmi dibuka.

“Stasiun Jatake akan memperkuat jaringan Commuter Line dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta. Kami optimistis kehadirannya meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas secara berkelanjutan,” tutup Anne.

sumber: Infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Peringati WCD 2025, Forum Komunitas Sungai Sleman Fokus Bersihkan Kali Pelang Condongcatur

Daerah

PENGUATAN KAPASITAS PETANI MILENIAL: KETUA PETANI MILENIAL CATURHARJO BAHAS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN BERSAMA PENGURUS DPN HKTI

Berita Unggulan

Kisah Inspiratif Guru Penyandang Disabilitas yang Pantang Menyerah di MTsN Serdang Bedagai

Berita Unggulan

32 Pemain Dipanggil untuk Bela Timnas Indonesia

Daerah

Sahur Bersama Nelayan, KKP Pastikan Pasokan Ikan Aman Jelang Idul Fitri 2025

Berita Unggulan

Penasihat DWP Kemenpora Hadiri Pelatihan Nasional DWP Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Unggulan

Wali Kota Yogya Serahkan 1.200 SK PPPK Paruh Waktu, Hasto Wardoyo Ingatkan Jangan Kendor Setelah Dilantik

Berita Unggulan

Industri Rendang Kian Menggeliat, Kemenperin Genjot Ekspansi Pasar Lewat Inovasi dan Kolaborasi