Breaking News

Home / Berita Unggulan / Daerah / Pemerintah

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Wabup Sleman Apresiasi Kelompok Bina Keluarga Sejahtera, Dinilai Berperan Tekan Angka Stunting

Pemkab Sleman beri penghargaan kepada kelompok Bina Keluarga Sejahtera yang dinilai berperan menurunkan angka stunting dalam Rakor Stunting 2025.

Pemkab Sleman beri penghargaan kepada kelompok Bina Keluarga Sejahtera yang dinilai berperan menurunkan angka stunting dalam Rakor Stunting 2025.

SLEMAN, nasionalku.com – Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada tiga kelompok Bina Keluarga Sejahtera (BKS) yang dinilai berperan besar dalam upaya penurunan stunting. Pemberian penghargaan ini berlangsung saat Rakor Penanganan Stunting bertema “Ketahanan Keluarga Dalam Pencegahan Stunting” di Hotel Griya Persada, Kamis (4/12/2025).

Ada sejumlah kelompok yang menerima penghargaan, mulai dari Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL). Untuk kategori BKB, penerimanya yaitu BKB Mangga Krebet, BKB Werkudara Glagaharjo Cangkringan, dan BKB Tunas Bangsa Maguwoharjo Depok.

Kategori BKR diberikan kepada BKR Harapan Bangsa Bimomartani Ngemplak, BKR Melon Gayamharjo Prambanan, dan BKR Restu Maguwoharjo Depok. Sedangkan kategori BKL diberikan kepada BKL Apel Gayamharjo Prambanan, BKL Sedah Bimomartani Ngemplak, dan BKL Senja Bahagia Minomartani Ngaglik.

Dalam sambutannya, Wabup Danang Maharsa menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi kelompok keluarga dalam mendukung program Bangga Kencana dan penguatan ketahanan keluarga.

“Kelompok-kelompok ini punya kontribusi besar dalam percepatan penurunan stunting di Sleman. Ini yang perlu terus kita dukung bersama,” ujar Danang.

Baca Juga:  ✨ SUASANA HARMONIS MEWARNAI SYAWALAN PADUKUHAN MALANG CATURHARJO SLEMAN: TABUR MAAF, TUAI BERKAH, SATUKAN HATI UNTUK KERUKUNAN

Danang juga menyebut hasil pemantauan melalui ePPGBM menunjukkan prevalensi stunting Sleman pada 2025 berada di angka 4,29 persen. Angka ini menurun 0,12 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Penurunan ini harus terus kita targetkan setiap tahun. Penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Harus kolaboratif, gotong royong, dan terencana,” jelasnya.

Menurut Danang, persoalan stunting berkaitan erat dengan banyak aspek, termasuk pendidikan, ekonomi, dan kondisi sosial masyarakat.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Sleman, Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa program BKB, BKR, dan BKL merupakan bagian dari pendekatan Tri Bina Keluarga yang dikembangkan BKKBN.

“Harapannya, setiap keluarga bisa menjalankan delapan fungsi keluarga dengan optimal. Dari pengasuhan, perlindungan, hingga pembentukan karakter,” kata Novita.

Pemkab Sleman berharap penguatan kolaborasi antarinstansi dan kelompok masyarakat ini dapat mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan ketahanan keluarga di wilayah Sleman.

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

WITF 2025: Menyulam Masa Depan Pariwisata Indonesia dari PIK2 ke Dunia

Berita Unggulan

Menggali Kreativitas dan Filosofi Bambu di Sentra Kerajinan anyaman Bambu Brajan, Sleman

Berita Unggulan

Skuad Garuda Muda Minta Maaf Setelah Kalah dari Uzbekistan di Piala Asia U-20 2025

Berita Unggulan

Indonesia dan Australia Jalin Kerja Sama Rantai Pasok Mineral Kritis untuk Meningkatkan Ekonomi Berkelanjutan

Berita Unggulan

Aksi ‘Gerakan Wisata Bersih’ di Kota Tua Jakarta: Teladan Pariwisata Berkelanjutan yang Patut Diikuti!

Daerah

IWO Indonesia Rayakan HUT ke-7 dan HPN 2025, Wakil Bupati Indramayu Dukung Peran Pers

Berita Unggulan

Imigrasi Soetta Gagalkan Keberangkatan 137 PMI Ilegal Selama Libur Nataru

Daerah

Pemkot Semarang Siapkan Ribuan Sandbag untuk Cegah Banjir di Wilayah Kritis