Breaking News

Home / Nasional

Selasa, 7 April 2026 - 19:24 WIB

Perwakilan DPP Hanura Bertemu Perwakilan DPD DIY: Konsolidasi Hadapi Praktik Politik dan Disrupsi Digital

YOGYAKARTA | NasionalKu.com, 7 April 2026 – Perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura menggelar pertemuan konsolidasi dengan perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pertemuan yang berlangsung tertutup namun konstruktif ini membahas dua isu utama: perpolitikan praktis yang cenderung transaksional serta tantangan dan peluang era digital bagi partai.

Perwakilan DPP Hanura dalam sambutannya menegaskan bahwa Partai Hanura harus kembali ke akar nilai “Hati Nurani Rakyat”. Di tengah maraknya politik uang, pragmatisme, dan pragmatisasi kepentingan sesaat, partai diminta untuk konsisten menjadi alternatif yang bersih. “Kami tidak ingin Hanura terjebak dalam politik praktis yang mengorbankan rakyat. Perwakilan DPP ke DIY ini untuk memastikan bahwa setiap kader memahami batasan antara kepentingan partai dan kepentingan jangka pendek yang merusak demokrasi,” ujar juru bicara perwakilan DPP.

                        Foto : istimewa

Sementara itu, perwakilan DPD DIY menyampaikan bahwa di era digital saat ini, partai politik tidak bisa hanya mengandalkan struktur tradisional. Ruang digital – media sosial, platform pesan instan, dan kecerdasan buatan (AI) – telah mengubah cara publik menerima informasi dan membentuk opini. “Kami membutuhkan pedoman konkret dari DPP tentang bagaimana berpolitik di ruang digital: melawan hoaks, membangun narasi positif, dan tetap menjaga etika tanpa kehilangan daya jangkau ke pemilih muda,” kata perwakilan DPD DIY.

Baca Juga:  Kemkomdigi Kawal Digitalisasi Bansos, Pastikan Sistem Aman dan Tepat Sasaran

Kedua pihak menyepakati beberapa langkah strategis:

1. Penguatan kode etik digital bagi seluruh kader dan calon legislatif Hanura di DIY.

2. Pelatihan literasi digital dan manajemen media sosial yang akan difasilitasi oleh perwakilan DPP bekerja sama dengan pengurus DPD.

3. Penolakan tegas terhadap politik transaksional dalam bentuk apapun, termasuk janji-janji palsu melalui saluran digital.

4. Pemanfaatan data digital untuk pemetaan masalah riil warga (UMKM, pendidikan, kesehatan) sebagai bahan kebijakan partai.

 

Konklusi (Kesimpulan)

Berdasarkan hasil konsolidasi antara perwakilan DPP dan perwakilan DPD DIY, dapat disimpulkan bahwa:

· Partai Hanura menyadari bahwa perpolitikan praktis saat ini masih didominasi oleh praktik-praktik instan dan berbiaya tinggi, sehingga diperlukan disiplin partai yang kuat untuk tidak terlibat di dalamnya.

· Era digital bukan hanya tantangan, tetapi juga instrumen strategis untuk menjangkau pemilih rasional, khususnya generasi muda di DIY.

· Kedepan, diperlukan pedoman bersama dan komunikasi rutin antara DPP dan DPD dalam menyikapi setiap dinamika politik, baik yang terjadi di dunia nyata maupun di ruang digital.

 

( Red / Handoko a.w)

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Ekraf Peduli Jadi Motor Pemulihan Sosial-Ekonomi Pascabencana di Sumatra

Berita Unggulan

Pencapaian Luar Biasa Bulog: Serapan Gabah Tahun Ini Meningkat Hingga 2000 Persen

Berita Unggulan

Kebakaran Terjadi di Ruangan Biro Humas ATR/BPN, Menteri Nusron Apresiasi Respons Cepat Tim Pemadam

Berita

Perkuat Lingkungan Inklusif di Kota Yogya, Pemkot-Yakkum Jalin Kerja Sama

Berita Unggulan

Waspada! Ini 6 Larangan Penting Saat Berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Berita Unggulan

183.284 Jemaah Haji Lunasi Biaya Haji Reguler 2025

Berita Unggulan

Menteri Trenggono Tak Tolerir Kontraktor Nakal di Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

Berita Unggulan

Indonesia Tegaskan Peran Kunci dalam Kebijakan AI Global di AI Action Summit Paris