Breaking News

Home / Berita / Bisnis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:49 WIB

Sarong Fashion Hack, Chic & Stylish Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda di JIBB

YOGYAKARTA, voicejogja.com – Nuansa ceria dan penuh kreativitas mewarnai Griya Batik Patehan Yogyakarta. Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama IFC Community sukses menghadirkan acara bertajuk “Sarong Fashion Hack” Chic & Stylish” sebagai bagian dari rangkaian Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2025.

Acara ini menghadirkan deretan desainer mode Jogja ternama, seperti Dewi Roesdji, Lanny Amborowati, Fariz Azhar, dan Rony Billiardo Tinus, yang memberikan inspirasi segar tentang bagaimana sarung batik bisa dikreasikan menjadi busana modern nan trendi.

Diskusi berlangsung interaktif dipandu oleh Iffah M Dewi, yang tak hanya berperan sebagai moderator, tetapi juga sebagai Project Officer (PO) tutorial sarung dari IFC, Jumat (03/20/2025) di Griya Batik Patehan Yogyakarta, sekira pukul 14.00 -16.00 WIB.

Dengan gaya penyampaian yang cair, edukatif, sekaligus menghibur, Iffah berhasil menjembatani para desainer dengan audiens muda. Ia menekankan bahwa sarung batik bukan sekadar kain tradisi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai fashion item kekinian yang bisa tampil chic dan stylish.

Turut hadir Yuna Pantjawati, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, yang menyampaikan dukungannya terhadap upaya menghidupkan batik di kalangan generasi muda.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan partisipasi puluhan siswa dari SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta dan SMP Negeri 16 Yogyakarta. Mereka diajak bereksperimen memadupadankan sarung batik menjadi gaya busana yang edgy, classy, dan nyaman dipakai sehari-hari. Dengan penuh antusias, para siswa mencoba berbagai gaya mix and match, membuktikan bahwa sarung batik tidak hanya cocok untuk acara formal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari fashion sehari-hari.

Baca Juga:  Para Penyintas Gaza Hadapi Jalan Panjang untuk Pulih dari Luka Psikologis

Menurut Iffah M Dewi, tujuan utama dari Sarong Fashion Hack ini adalah menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap batik sejak dini.

“Melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan dunia remaja, batik bisa dilihat bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga simbol identitas, kreativitas, dan gaya hidup modern,” ujarnya.

Acara ini sekaligus menegaskan peran JIBB 2025 sebagai wadah besar yang menghubungkan tradisi dan inovasi. Dengan tema “Batik untuk Generasi Masa Kini”, JIBB 2025 menghadirkan serangkaian program yang melibatkan pelajar, akademisi, hingga masyarakat umum.

Agenda penting JIBB 2025 di antaranya:

1. Batik Goes to School & Batik Goes to Campus (16–25 September 2025)

2. Seminar Batik International (2 Oktober 2025)

3. Gebyar Batik di Griya Batik (3–5 Oktober 2025)

4. Sebatik (Sepeda Berbatik) (4 Oktober 2025)

Dengan kehadiran Sarong Fashion Hack, JIBB 2025 membuktikan bahwa batik bukan hanya diwariskan, tetapi juga bisa dikembangkan dengan sentuhan inovasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Harapannya, generasi muda tidak sekadar mengenal batik, melainkan juga bangga menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari baik di sekolah, kampus, maupun ruang publik lainnya,” pungkas Iffah. (Tyo)

Editor : Mukhlisin Mustofa/Red

Share :

Baca Juga

Berita

Talk Show Pasar Bela Negara, Danang Ajak Masyarakat Cinta Produk Lokal

Berita Unggulan

Menggali Kreativitas dan Filosofi Bambu di Sentra Kerajinan anyaman Bambu Brajan, Sleman

Berita

Meriahkan HUT ke-80 RI, Warga Kaliwaru Condongcatur Gelar Kirab Budaya

Berita Unggulan

BPJPH Gelar Jogja Halal Market 2025, Dorong UMKM DIY Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Berita

Ketua DPRD DIY Siap Perjuangkan Pembangunan Jembatan Penghubung Baturetno-Sendangtirto

Berita

PDAM Tirta Sembada Sleman Peringati Hari Bakti ke-33, Harda Minta Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Berita

Wakil Bupati Dorong TJSP Sleman Bisa Berikan Kontribusi Signifikan Bagi Kesejahteraan Masyarakat

Berita Unggulan

Menteri Trenggono Tak Tolerir Kontraktor Nakal di Proyek Kampung Nelayan Merah Putih