Breaking News

Home / Berita Unggulan / Favorite / Pemerintah / Pendidikan

Selasa, 21 April 2026 - 11:35 WIB

Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Siswa, CGTS Tanamkan Kesadaran Bahaya Barang Ilegal

Bea Cukai Lhokseumawe edukasi siswa lewat CGTS, tanamkan kesadaran hukum dan bahaya barang ilegal sejak dini. foto: Istimewa

Bea Cukai Lhokseumawe edukasi siswa lewat CGTS, tanamkan kesadaran hukum dan bahaya barang ilegal sejak dini. foto: Istimewa

Lhokseumawe, Nasionalku.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe terus memperkuat edukasi publik dengan menyasar kalangan pelajar. Salah satunya melalui program Customs Goes To School (CGTS) yang digelar di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin (20/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum dan literasi fiskal sejak dini, khususnya terkait kepabeanan, cukai, serta perlindungan masyarakat dari peredaran barang ilegal.

Plh Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, M. Syahputra, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pengawasan yang partisipatif.

Menurutnya, pemahaman tentang bahaya barang ilegal, termasuk rokok tanpa pita cukai, menjadi langkah awal membentuk kesadaran kolektif di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Vicky Fadian, menjelaskan bahwa CGTS merupakan instrumen strategis untuk mengenalkan fungsi Bea Cukai kepada pelajar.

Ia menegaskan bahwa Bea Cukai tidak hanya berperan sebagai pengumpul penerimaan negara, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat, pendukung industri, serta fasilitator perdagangan.

Baca Juga:  Stok Beras Aceh Aman hingga Enam Bulan, Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan Terjaga

“Pemahaman ini penting sebagai bagian dari literasi kewarganegaraan dan kesadaran hukum di kalangan pelajar,” ujarnya.

Dalam sesi edukasi, siswa juga diajak memahami peran aktif masyarakat dalam mengawasi peredaran barang ilegal. Edukasi tidak hanya berfokus pada regulasi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pengawasan merupakan tanggung jawab bersama.

Perwakilan sekolah, Mukhlis, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu mendekatkan fungsi negara kepada dunia pendidikan.

Pada sesi akhir, narasumber Harisma Hutagalung memberikan pemahaman praktis mengenai cara mengenali pita cukai sebagai indikator keaslian produk.

Melalui pendekatan edukatif ini, Bea Cukai berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami fungsi fiskal negara, tetapi juga kritis terhadap peredaran barang ilegal.

Program CGTS menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas pemahaman masyarakat bahwa pengawasan kepabeanan dan cukai tidak hanya berada di pelabuhan atau perbatasan, melainkan juga dekat dengan kehidupan sehari-hari.(Hs)

Sumber: Infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Kemenpora Siap Berkolaborasi Perkuat Isu Lingkungan Hidup Selaras Asta Cita Presiden

Berita Unggulan

Wamen Ekraf Irene Umar Raih Penghargaan PPIT atas Kontribusi bagi Ekonomi Kreatif Indonesia

Pendidikan

Rayakan Kelulusan dengan Aksi Sosial, Siswa SMK Bintara Batang Sedekahkan Seragam untuk Adik Kelas

Berita Unggulan

“Lebih dari Sekadar Destinasi: Merancang Pariwisata yang Penuh Energi, Karakter, dan Makna”

Berita Unggulan

Menteri Pariwisata: Sektor Pariwisata Bisa Menjadi Penopang Ekonomi Nasional

Berita

Talk Show Pasar Bela Negara, Danang Ajak Masyarakat Cinta Produk Lokal

Berita Unggulan

Stok Beras Aceh Aman hingga Enam Bulan, Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan Terjaga

Berita Unggulan

Resmi Dibuka! Rute Baru TransJabodetabek B25 Layani Bekasi–Dukuh Atas, Tarif Mulai Rp2.000