Breaking News

Home / Berita Unggulan / Favorite / Nasional / Pemerintah

Selasa, 21 April 2026 - 11:40 WIB

Filosofi Kei Jadi Fondasi Pelayanan Kesehatan di Maluku Tenggara

Bupati Maluku Tenggara tekankan filosofi Kei sebagai dasar pelayanan kesehatan berbasis kebersamaan dan solidaritas masyarakat. foto: Sakti Rumra

Bupati Maluku Tenggara tekankan filosofi Kei sebagai dasar pelayanan kesehatan berbasis kebersamaan dan solidaritas masyarakat. foto: Sakti Rumra

Langgur, Nasionalku.com  – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di daerahnya tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga nilai kebersamaan yang hidup dalam masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan halalbihalal tenaga kesehatan bersama masyarakat Ohoi Wirin, Kecamatan Hoat Sorbay, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) bukan sekadar fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga simbol kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, masyarakat Kei memiliki filosofi hidup yang kuat, salah satunya “ain ni ain” yang bermakna persaudaraan dan kebersamaan. Nilai ini menjadi landasan penting dalam membangun pelayanan publik, termasuk di sektor kesehatan.

“Di Pulau Kei, apa yang dirasakan satu orang akan dirasakan oleh yang lain. Ini menjadi dasar kita untuk hidup dalam kebersamaan,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kekompakan antar tenaga kesehatan. Ia menyebut kualitas layanan sangat bergantung pada komunikasi yang baik dan semangat saling mendukung antarpetugas.

Baca Juga:  WNI di Pakistan Sambut Presiden Prabowo dengan Angklung dan Lagu Perjuangan

Pelayanan kesehatan yang optimal, lanjutnya, hanya dapat terwujud jika seluruh tenaga kesehatan bekerja dengan dedikasi tinggi dan menjunjung nilai solidaritas.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai budaya lokal di tengah perubahan zaman. Menurutnya, prinsip kebersamaan harus tetap menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Momentum halalbihalal, kata dia, juga memiliki makna penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga. Kegiatan ini menjadi ruang untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara untuk menjaga persatuan dan terus berkolaborasi dalam membangun daerah.

Dengan berpegang pada nilai adat, agama, dan kebersamaan, pemerintah optimistis Maluku Tenggara dapat berkembang menjadi daerah yang damai dan maju.(Hs)

Sumber: Infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Senator Agita Desak Validasi Ulang DTSEN, 1,8 Juta Warga Jabar Kehilangan Hak Bansos

Berita Unggulan

Pemkab HSU Apresiasi Wajib Pajak Taat Lewat Gebyar Panutan Pajak 2025

Berita Unggulan

100 Ribu Visa Haji Diterbitkan, Jemaah Indonesia Siap Masuk Asrama Mulai 1 Mei

Berita Unggulan

Tragedi Air India 787-8 Flight AI171: Krisis Keamanan Boeing Kembali Disorot.

Berita Unggulan

Bahas Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan, Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta Hadirkan Lurah Condongcatur

Berita Unggulan

Patroli Berkuda di Malioboro, Cara Humanis Polda DIY Sapa Wisatawan

Berita Unggulan

Wabup Blora Serahkan 100 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo untuk Pengayuh Becak

Berita Unggulan

7 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia, Wajib Masuk Bucket List Liburanmu