Breaking News

Home / Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 10:19 WIB

PESERTA UMKM SAWIT JOGJA PROTES KERAS, SOROTI KETIDAKTRANSPARANSI DAN MANAJEMEN ACARA DI AKPY-STIPER  

YOGYAKARTA | NasionalKu.com – Suasana panas mewarnai kegiatan Conference dan Workshop UMKM Sawit Jogja yang berlangsung pada 23–24 April 2026 di Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER). Sejumlah peserta, khususnya kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menyuarakan kekecewaan mendalam terkait manajemen penyelenggaraan yang dinilai tidak profesional dan minim transparansi.

Meskipun hari pertama berjalan relatif lancar dengan kehadiran sekitar 250 peserta, situasi berubah drastis pada hari kedua. Polemik mencuat setelah panitia mengonfirmasi bahwa tidak ada penggantian biaya transportasi, sebuah informasi yang dinilai terlambat dan tidak disampaikan secara jelas sejak pendaftaran.

                         Foto : istimewa

Hal ini memicu rentetan kritik tajam dari peserta yang merasa dirugikan. Berikut poin-poin keberatan yang disampaikan:

1. Kurangnya Transparansi Informasi

Peserta mempertanyakan manajemen anggaran dan fasilitas. Informasi mengenai ketiadaan bantuan transport serta rincian fasilitas lain tidak dijelaskan secara gamblang di awal, sehingga menimbulkan ekspektasi yang berbeda.

2. Komposisi Peserta Tidak Proporsional

Baca Juga:  Bupati Sleman Harda Kiswaya Dorong Anggota Forum Danarta Sleman Tertib Administrasi Keuangan

Para pelaku UMKM menilai acara ini lebih didominasi oleh mahasiswa, termasuk penerima program pembiayaan pendidikan. Hal ini membuat peserta dari sektor industri merasa hanya dijadikan “pelengkap administrasi” dan tidak sesuai dengan tema utama kegiatan.

3. Fasilitas yang Minim dan Rumit

Keluhan juga dilayangkan terkait sarana prasarana, seperti tidak tersedianya lahan parkir yang memadai bagi peserta UMKM. Selain itu, penerapan sistem drop in dan drop out yang baru diketahui di lapangan justru menambah beban biaya dan kerumitan bagi peserta.

4. Panitia Dinilai Pasif

Sikap panitia yang dianggap kurang responsif dan lambat memberikan klarifikasi juga menjadi sorotan. Ketidakadaan penanganan yang tegas justru memicu perdebatan di grup komunikasi antar peserta yang memperkeruh suasana.

Sebagai tindak lanjut, para peserta mendesak panitia untuk segera menggelar forum khusus atau teleconference guna memberikan pertanggungjawaban resmi atas berbagai kejanggalan yang terjadi selama kegiatan berlangsung.

Hingga berita ini dirilis, pihak penyelenggara belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait berbagai tuduhan dan keluhan yang dilayangkan oleh peserta.

(Red / Handoko a.w)

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Fun Run HAKORDIA 2025 di Titik Nol Malioboro Gaungkan Ajakan Basmi Korupsi

Berita Unggulan

Sambut Hari Ibu ke-97, Wabup Sleman Danang Maharsa Ikuti Senam Massal dan Bazar UMKM di Pakem

Berita Unggulan

Pemkab HSU Apresiasi Wajib Pajak Taat Lewat Gebyar Panutan Pajak 2025

Agama

MAN 2 Kota Malang Borong Empat Medali di OPSI 2025, Bukti Madrasah Riset Kian Mendunia

Daerah

Jembatani Pecinta Otomotif Berkreasi, Satlantas Gelar BOM

Daerah

Tradisi Pedang Pora Warnai Serah Terima Dandim 0736/Batang

Berita Unggulan

Empat Bupati di Jawa Timur Bertemu Gus Ipul, Siap Majukan Pengentasan Kemiskinan Lewat DTSEN

Daerah

Wabup Sleman Ajak Petani Kopi Merapi Tingkatkan Produktivitas dan Ekspansi Pasar!