Breaking News

Home / Berita Unggulan / Daerah / Favorite

Rabu, 22 April 2026 - 12:25 WIB

Kapolda Riau Tekankan Sense of Crisis, Antisipasi Dampak Global hingga Karhutla

Kapolda Riau tekankan sense of crisis hadapi dampak global, karhutla, hingga stabilitas ekonomi dan kamtibmas. foto: Istimewa

Kapolda Riau tekankan sense of crisis hadapi dampak global, karhutla, hingga stabilitas ekonomi dan kamtibmas. foto: Istimewa

Siak, Nasionalku.com – Kepala Kepolisian Daerah Riau, Herry Heryawan, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan seluruh personel dalam menghadapi dinamika global yang berpotensi memengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Arahan tersebut disampaikan dalam pemaparan bertajuk “Sense of Crisis dan Strategi Pemolisian Adaptif dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Dinamika Kamtibmas” di Kabupaten Siak, Selasa (21/4/2026).

Menurut Herry, situasi global saat ini dipenuhi berbagai disrupsi, baik dari sisi ekonomi maupun sosial, yang dapat berdampak langsung terhadap stabilitas dalam negeri.

“Kita berada dalam situasi yang tidak pasti. Polri harus hadir sebagai penjaga keteraturan sosial. Karena itu, setiap personel wajib memiliki sense of crisis yang kuat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat akibat perubahan iklim, termasuk indikasi siklus El Niño ekstrem.

Personel di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, diminta meningkatkan deteksi dini serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat guna mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.

Selain itu, Kapolda menyoroti dampak ketegangan geopolitik global terhadap ekonomi daerah, terutama terkait fluktuasi harga bahan pokok dan distribusi energi.

Ia menginstruksikan fungsi intelijen dan Satgas Pangan untuk memperketat pengawasan guna mencegah penimbunan serta gangguan distribusi.

Baca Juga:  Menhub Dudy Purwagandhi Bertemu Gubernur DIY

“Distribusi bahan pokok dan BBM harus diawasi ketat agar tidak memicu keresahan,” ujarnya.

Dalam pemberantasan narkotika, Herry menegaskan penerapan prinsip tanpa toleransi, termasuk bagi internal kepolisian.

“Tidak ada kompromi terhadap narkoba. Penanganan harus dimulai dari langkah preemtif dan preventif dengan melibatkan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi publik melalui media sosial. Kepolisian diminta responsif terhadap aduan masyarakat serta mampu menyampaikan informasi secara cepat dan akurat.

Dalam kesempatan itu, diperkenalkan pula pendekatan mikropolis, yakni strategi pemolisian berbasis unit sosial terkecil yang didukung data akurat untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam merespons berbagai persoalan sosial, seperti potensi PHK, sengketa lahan, hingga dinamika masyarakat melalui dialog dan mediasi.

Menutup arahannya, Kapolda mengajak pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat kolaborasi demi menjaga stabilitas wilayah.

“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Dengan komunikasi yang baik dan respons cepat, kita pastikan Riau tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.(Hs)

Sumber: Infopublik.id

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Sleman Siapkan Layanan Publik dan Infrastruktur Menyambut Libur Idul Fitri 2025

Berita Unggulan

Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal: Ancaman Serius untuk Generasi Muda Indonesia

Agama

MAN 2 Kota Malang Borong Empat Medali di OPSI 2025, Bukti Madrasah Riset Kian Mendunia

Berita Unggulan

Banjir Terjang Berau, Ribuan Warga Mengungsi

Daerah

Pemkot Yogyakarta Fokus Pada Pengelolaan Sampah dengan Pendekatan 3R untuk Masyarakat

Berita Unggulan

Indonesian Custom Show 2025 Usung ‘Drive Your Style’, Perpaduan Otomotif dan Gaya Hidup

Daerah

Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di Jateng, Fokus Pantau Stabilitas Harga Sembako di Kabupaten Batang

Berita Unggulan

Christianus Lumano Resmi Dilantik Jadi Kadiskominfo Kalbar, Siap Percepat Transformasi Digital