Lhokseumawe, Nasionalku.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe terus memperkuat edukasi publik dengan menyasar kalangan pelajar. Salah satunya melalui program Customs Goes To School (CGTS) yang digelar di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum dan literasi fiskal sejak dini, khususnya terkait kepabeanan, cukai, serta perlindungan masyarakat dari peredaran barang ilegal.
Plh Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, M. Syahputra, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pengawasan yang partisipatif.
Menurutnya, pemahaman tentang bahaya barang ilegal, termasuk rokok tanpa pita cukai, menjadi langkah awal membentuk kesadaran kolektif di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Vicky Fadian, menjelaskan bahwa CGTS merupakan instrumen strategis untuk mengenalkan fungsi Bea Cukai kepada pelajar.
Ia menegaskan bahwa Bea Cukai tidak hanya berperan sebagai pengumpul penerimaan negara, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat, pendukung industri, serta fasilitator perdagangan.
“Pemahaman ini penting sebagai bagian dari literasi kewarganegaraan dan kesadaran hukum di kalangan pelajar,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi, siswa juga diajak memahami peran aktif masyarakat dalam mengawasi peredaran barang ilegal. Edukasi tidak hanya berfokus pada regulasi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pengawasan merupakan tanggung jawab bersama.
Perwakilan sekolah, Mukhlis, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu mendekatkan fungsi negara kepada dunia pendidikan.
Pada sesi akhir, narasumber Harisma Hutagalung memberikan pemahaman praktis mengenai cara mengenali pita cukai sebagai indikator keaslian produk.
Melalui pendekatan edukatif ini, Bea Cukai berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami fungsi fiskal negara, tetapi juga kritis terhadap peredaran barang ilegal.
Program CGTS menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas pemahaman masyarakat bahwa pengawasan kepabeanan dan cukai tidak hanya berada di pelabuhan atau perbatasan, melainkan juga dekat dengan kehidupan sehari-hari.(Hs)
Sumber: Infopublik.id


















