Breaking News

Home / Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 20:43 WIB

Perpendek Jarak Lawan Kejahatan! 5 Desa di Kulon Progo Jadi Garda Terdepan Perlindungan Pekerja Migran

KULONPROGO | NasionalKu.com– Dalam upaya menekan angka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi D.I. Yogyakarta resmi mengukuhkan lima kalurahan di Kabupaten Kulon Progo sebagai Desa Binaan Imigrasi. Acara yang berlangsung di Aula Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates, Kamis (23/4/226), ini juga dirangkaikan dengan penyuluhan hukum terpadu bagi aparatur desa dan masyarakat.

Lima kalurahan yang menjadi pionir program ini adalah Kalurahan Triharjo, Karangwuni, Hargorejo, Hargomulyo, dan Sindutan.

                        Foto : istimewa

Kepala Kantor Wilayah Ditjenim DIY, Junita Sitorus, dalam sambutannya menekankan bahwa TPPO seringkali berawal dari minimnya pemahaman masyarakat desa mengenai prosedur resmi bekerja di luar negeri. Sejak tahun 2023, Imigrasi secara aktif menangani korban yang berangkat secara ilegal namun menggunakan dokumen yang tidak sesuai peruntukan.

“Banyak WNI menjadi korban penyiksaan atau bekerja tidak sesuai visa karena terbujuk calo. Karena Imigrasi tidak memiliki struktur hingga ke desa seperti TNI atau Polri, maka pembentukan Desa Binaan ini adalah solusi untuk memperpendek jarak layanan dan informasi,” ujar Junita.

                          Foto : istimewa

Ketua Panitia sekaligus Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo, Mohammad Wahyudiyantoro, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan amanat dari Surat Direktorat Jenderal Imigrasi tahun 2025 mengenai pedoman Desa Binaan dan Pimpasa.

Baca Juga:  Penanaman Pisang Cavendish di Jembrana: Langkah Strategis dalam Penataan Tanah Ulayat dan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

Para Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) nantinya akan ditempatkan di tiap desa binaan untuk bersinergi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Tujuannya adalah melakukan deteksi dini terhadap praktik pencaloan paspor dan memberikan edukasi langsung mengenai migrasi yang aman, tertib, dan prosedural.

                          Foto : istimewa

Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten, menyatakan kebanggaannya atas inisiatif ini.

Dalam kesempatan tersebut, Triyono menitipkan tiga pesan utama:

1. Menjamin keberlanjutan program agar manfaatnya dirasakan nyata oleh warga.

2. Memperkuat sinergi antara pemerintah, imigrasi, dan masyarakat.

3. Menjadikan Kulon Progo sebagai model.

Masyarakat harus memiliki literasi imigrasi yang baik agar kemajuan wilayah tidak dibarengi dengan meningkatnya risiko kriminalitas. Kami berharap lima kalurahan ini menjadi percontohan bagi 82 kalurahan lainnya di Kulon Progo,” tegas Triyono.

(Red / Handoko a.w)

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Batang Mengajak Masyarakat Tingkatkan Keamanan Selama Ramadan

Daerah

Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tinjau Kesiapan Dinas Perhubungan Sambut Lebaran 2025

Berita Unggulan

Bahas Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan, Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta Hadirkan Lurah Condongcatur

Berita Unggulan

Kemensos Salurkan Bantuan Senilai Rp568 Juta untuk Korban Banjir Bandar Lampung

Berita Unggulan

Tragedi Pohon Tumbang Timpa Jemaah Shalat Idul Fitri

Berita Unggulan

Sambut HUT ke-2, Loman Park Hotel Yogyakarta Wujudkan Filosofi ‘Urip Iku Resik’ di Pantai Goa Cemara

Daerah

Gotong Royong TNI dan Warga Batang

Agama

Program Padat Karya Kementerian PU Serap 138 Ribu Tenaga Kerja hingga Awal November 2025