YOGYAKARTA | NasionalKu.com – Suasana panas mewarnai kegiatan Conference dan Workshop UMKM Sawit Jogja yang berlangsung pada 23–24 April 2026 di Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER). Sejumlah peserta, khususnya kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menyuarakan kekecewaan mendalam terkait manajemen penyelenggaraan yang dinilai tidak profesional dan minim transparansi.
Meskipun hari pertama berjalan relatif lancar dengan kehadiran sekitar 250 peserta, situasi berubah drastis pada hari kedua. Polemik mencuat setelah panitia mengonfirmasi bahwa tidak ada penggantian biaya transportasi, sebuah informasi yang dinilai terlambat dan tidak disampaikan secara jelas sejak pendaftaran.

Foto : istimewa
Hal ini memicu rentetan kritik tajam dari peserta yang merasa dirugikan. Berikut poin-poin keberatan yang disampaikan:
1. Kurangnya Transparansi Informasi
Peserta mempertanyakan manajemen anggaran dan fasilitas. Informasi mengenai ketiadaan bantuan transport serta rincian fasilitas lain tidak dijelaskan secara gamblang di awal, sehingga menimbulkan ekspektasi yang berbeda.
2. Komposisi Peserta Tidak Proporsional
Para pelaku UMKM menilai acara ini lebih didominasi oleh mahasiswa, termasuk penerima program pembiayaan pendidikan. Hal ini membuat peserta dari sektor industri merasa hanya dijadikan “pelengkap administrasi” dan tidak sesuai dengan tema utama kegiatan.
3. Fasilitas yang Minim dan Rumit
Keluhan juga dilayangkan terkait sarana prasarana, seperti tidak tersedianya lahan parkir yang memadai bagi peserta UMKM. Selain itu, penerapan sistem drop in dan drop out yang baru diketahui di lapangan justru menambah beban biaya dan kerumitan bagi peserta.
4. Panitia Dinilai Pasif
Sikap panitia yang dianggap kurang responsif dan lambat memberikan klarifikasi juga menjadi sorotan. Ketidakadaan penanganan yang tegas justru memicu perdebatan di grup komunikasi antar peserta yang memperkeruh suasana.
Sebagai tindak lanjut, para peserta mendesak panitia untuk segera menggelar forum khusus atau teleconference guna memberikan pertanggungjawaban resmi atas berbagai kejanggalan yang terjadi selama kegiatan berlangsung.
Hingga berita ini dirilis, pihak penyelenggara belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait berbagai tuduhan dan keluhan yang dilayangkan oleh peserta.
(Red / Handoko a.w)





















