Breaking News

Home / Berita Unggulan / Ekonomi / Favorite

Rabu, 22 April 2026 - 12:23 WIB

Rembug Perempuan Banyuwangi: Bupati Ipuk Serap Aspirasi untuk Arah Kebijakan 2027

Rembug Perempuan Banyuwangi serap aspirasi untuk kebijakan 2027, fokus pada pemberdayaan, literasi digital, dan ekonomi perempuan. foto: Istimewa

Rembug Perempuan Banyuwangi serap aspirasi untuk kebijakan 2027, fokus pada pemberdayaan, literasi digital, dan ekonomi perempuan. foto: Istimewa

Banyuwangi, Nasionalku.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan momentum peringatan Hari Kartini untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah.

Melalui forum “Rembug Perempuan” yang digelar di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (21/4/2026), pemerintah daerah menyerap berbagai aspirasi sebagai bahan penyusunan kebijakan pembangunan tahun 2027.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa keterlibatan perempuan merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah.

“Kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan. Kami terus mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak,” ujarnya.

Menurut Ipuk, peran perempuan tidak hanya terbatas dalam lingkup keluarga, tetapi juga mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, hingga kepemimpinan.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah pembangunan yang lebih inklusif, sekaligus mendorong lahirnya perempuan yang berdaya, mandiri, dan sejahtera.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspotondo, menjelaskan bahwa peserta forum dibagi dalam empat kelompok diskusi tematik.

Keempat tema tersebut meliputi literasi digital, kesehatan jiwa, pemberdayaan perempuan, serta bisnis dan ekonomi kreatif.

Baca Juga:  Banjir Bandang Aceh Tengah: Bantuan Logistik Mulai Masuk, Akses Internet di 14 Kecamatan Berangsur Pulih

Sebelum forum berlangsung, peserta telah melakukan kunjungan ke sejumlah organisasi perangkat daerah untuk mengumpulkan data sebagai bahan diskusi.

“Setiap kelompok didampingi fasilitator untuk merumuskan rekomendasi yang konkret dan aplikatif,” jelas Suyanto.

Dalam diskusi, berbagai aspirasi mengemuka. Perwakilan Kongres Ulama Perempuan Indonesia, Zulfi Zumala, mengusulkan penguatan literasi digital bagi anak dan orang tua, termasuk penyediaan layanan konsultasi dan pengaduan terkait kekerasan digital.

Selain itu, peserta juga mendorong peningkatan literasi keuangan, pelatihan keamanan digital, serta pemanfaatan media sosial untuk produktivitas ekonomi.

Usulan lain mencakup penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi kepala keluarga perempuan melalui program “Kanggo Riko”, peningkatan layanan kesehatan mental, hingga penyediaan hotline kesehatan.

Berbagai masukan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan Banyuwangi yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penggerak pembangunan daerah.(Hs)

Sumber: Infopublik.id

Share :

Baca Juga

Berita Unggulan

Solana Rayakan Ulang Tahun Kelima: Masa Depan Cerah dan Tantangan Baru di Dunia Kripto

Favorite

Bahasa Indonesia Diperkuat Lewat Kolaborasi Pusat dan Daerah

Berita Unggulan

Sistem Rantai Dingin Jamin Kualitas Ikan yang Dipasok ke Dapur MBG untuk Menu Makanan Bergizi

Berita Unggulan

Dema UIN Banten Bedah KUHP Baru, Inilah Pemikiran dan Proyeksi Hukum Pidana di Indonesia

Berita Unggulan

Smelter Merah Putih Jadi Simbol Kemandirian Ekonomi di HUT RI ke-80

Berita Unggulan

Paragliding World Cup 2025: Langit Lombok Jadi Magnet Baru Wisata Olahraga Dunia

Berita Unggulan

Tavares Minta Support untuk Matheus Setelah Kegagalan Penalti di PSM Makassar vs PSIS Semarang

Berita Unggulan

GKR Bendara Hidupkan Lagi Kearifan Lokal Yogya, Pesannya Menggetarkan Ruang Acara!